Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label refleksi modul

Koneksi Antar Materi Modul 3.2

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Salam guru penggerak! Pada sesi kali ini, saya akan menyampaikan mengenai penugasan koneksi antar materi untuk modul 3.2 yang membahas mengenai Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya. Tujuan pembelajaran khusus dari kegiatan ini ialah CGP mampu menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang didapatkan sebelumnya. Guna memudahkan dalam pengerjaan tugas, CGP juga diberikan pertanyaan bantuan dalam pembuatannya. Berikut daftar pertanyaan dan jawabannya.

Rangkuman Materi Modul 3.1 (Koneksi Antar Materi)

Bacalah kutipan ini dan tafsirkan apa maksudnya: “Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik” (Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best). Bob Talbert Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini? Hal yang saya pelajari dari kutipan tersebut adalah kita diingatkan bahwa seorang anak memang perlu mempelajari ilmu pengetahuan dan keterampilan yang mampu membantunya untuk bertahan hidup di dalam masyarakat, seperti misalnya kemampuan berhitung. Tetapi, selain pengetahuan dan keterampilan, sejatinya ada hal yang lebih utama dari 2 hal tersebut, yaitu etika atau moralnya sebagai manusia yang sesungguhnya. Kaitannya dengan materi kali ini yaitu di mana seorang manusia yang menjadi pemimpin harus memiliki kemampuan dalam beretika dan bermoral yang baik. Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dala...

Koneksi Antar Materi Modul 2.3: Supervisi Akademik dengan Penerapan Paradigma Berpikir Coaching

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Salam jumpa untuk rekan sesama guru hebat di mana pun berada. Pada kesempatan kali ini, saya akan menerangkan mengenai apa yang telah saya pelajari pada modul 2.3. Modul ini membahas mengenai coaching untuk supervisi akademik. Kegiatan coaching ini dilakukan antara coach dan coachee melalui proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dengan memfasilitasi peningkatan performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi coachee . Atau secara pribadi, saya mencoba memahami bahwa kegiatan coaching ini bisa membantu menguraikan persoalan yang sedang dihadapi coachee dengan melakukan kegiatan bercerita bersama dengan coach . Namun, posisi coach di sini hanya sebagai pendengar yang baik tanpa memberikan banyak tanggapan atau komentar. Coach hanya memiliki kesempatan untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan reflektif untuk menggali potensi atau hal-hal yang masih tersembunyi pada ...

Jurnal Dwi Mingguan 6 - Model DEAL (Description, Examination, and Articulation of Learning)

Pada jurnal dwi mingguan kali ini, saya akan berbagi mengenai pengalaman selama mempelajari modul 2.2 – Pembelajaran Sosial-Emosional dengan odel DEAL ( Description, Examination, and Articulation of Learning ) Pembelajaran Sosial dan Emosional adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah yang memungkinkan murid, guru, dan tenaga kependidikan (PTK) di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif mengenai 5 Kompetensi Sosial dan Emosional. Pada modul 2.2 ini, CGP mempelajari bagaimana menciptakan pengalaman dan lingkungan belajar yang memperhatikan kebutuhan sosial dan emosional murid. Konsep pembelajaran ini berawal dari teori Kecerdasan Emosi Daniel Goleman yang dikembangkan menjadi kerangka CASEL ( Collaborative for Academic, Social and Emotional Learning ). 

Koneksi Antar Materi Modul 2.2 - Pembelajaran Sosial-Emosional

sumber: www.slideshare.net Pada modul kali ini bahasan yang dijabarkan yaitu mengenai pembelajaran sosial dan emosional (PSE). Secara garis besar hal-hal yang dipelajari antara lain menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman agar seluruh individu di sekolah dapat meningkatkan kompetensi akademik dan kesejahteraan psikologis ( well-being ) secara optimal; mengembangkan 5 kompetensi sosial dan emosional yang terdiri dari kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan Keputusan yang bertanggung jawab; pemahaman mengenai konsep kesadaran penuh ( mindfulness ) sebagai dasar pengembangan 5 kompetensi sosial emosional (KSE); dan implementasi pembelajaran sosial emosional di kelas dan sekolah melalui 4 indikator, yaitu pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktik mengajar guru dan kurikulum akademi, penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah, dan penguatan pembelajaran sosial emosional pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di sekolah.

Pembelajaran Berdiferensiasi - Koneksi Antar Materi Modul 2.1

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Salam hebat untuk guru-guru di Indonesia! Kali ini, saya akan berbagi sedikit cerita mengenai pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan apa yang saya pelajari selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 11 tahun 2024 ini. Pembelajaran diferensiasi merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas guna memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan yang mengakui bahwa setiap siswa memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda-beda.

Refleksi Dwi Mingguan - 4: Model 4C (Connection, Challenge, Concept, Change)

Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Kembali bertemu dengan penugasan jurnal refleksi dwi mingguan. Pada sesi kali ini, saya tertarik mencoba salah satu model dari 9 model yang disajikan untuk mengerjakan tugas refleksi dwi mingguan ini. Model yang saya ambil yaitu model 4C ( Connection, Challenge, Concept, Change ). Sebagai alat bantu pengerjaan, akan saya tampilkan pertanyaan-pertanyaan pemandunya. 1)         Connection : Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru Penggerak? Keterkaitan materi yang saya dapatkan pada modul 1.4 merupakan hal yang sangat positif bagi saya sebagai seorang Calon Guru Penggerak. Pada materi budaya positif ini, banyak hal keliru yang sebelumnya saya ketahui justru bisa diluruskan pemahamannya setelah mempelajarinya di modul ini. Maka dari itu, sebagai Calon Guru Penggerak sangat perlu mendapatkan materi yang disajikan di modul 1.4.   2)     ...

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan - 3

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Salam hebat untuk rekan guru semua di mana pun berada.  Di sesi kali ini, saya akan berbagi mengenai jurnal refleksi mingguan untuk modul ketiga. Model yang saya gunakan dalam penulisan jurnal ini yaitu Model 4P (Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran, Penerapan). Berikut cerita lengkapnya ...

Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Izinkan saya Patrisia Merly, S.Pd. untuk berbagi kepada teman-teman guru hebat semua mengenai materi yang saya peroleh dalam kegiatan Pendidikan Guru Penggerak (PGP).  Kita sering mendengar kata ‘pengajaran’ dan ‘pendidikan’. Secara umum, banyak yang menganggap bahwa ini adalah dua hal yang sama. Namun nyatanya, dua kata tersebut pada dasarnya memang memiliki arti berbeda. Pengajaran sendiri masuk dalam lingkup pendidikan, maksudnya pengajaran adalah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah untuk hidup anak-anak, baik itu secara lahir maupun batin. Sedangkan pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya yaitu pendidikan menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.