Langsung ke konten utama

Refleksi Dwi Mingguan - 4: Model 4C (Connection, Challenge, Concept, Change)


Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C)

Kembali bertemu dengan penugasan jurnal refleksi dwi mingguan. Pada sesi kali ini, saya tertarik mencoba salah satu model dari 9 model yang disajikan untuk mengerjakan tugas refleksi dwi mingguan ini. Model yang saya ambil yaitu model 4C (Connection, Challenge, Concept, Change). Sebagai alat bantu pengerjaan, akan saya tampilkan pertanyaan-pertanyaan pemandunya.

1)        Connection: Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru Penggerak?

Keterkaitan materi yang saya dapatkan pada modul 1.4 merupakan hal yang sangat positif bagi saya sebagai seorang Calon Guru Penggerak. Pada materi budaya positif ini, banyak hal keliru yang sebelumnya saya ketahui justru bisa diluruskan pemahamannya setelah mempelajarinya di modul ini. Maka dari itu, sebagai Calon Guru Penggerak sangat perlu mendapatkan materi yang disajikan di modul 1.4.

 

2)      Challenge: Adakah ide, materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang Anda jalankan selama ini?

Sejauh yang saya pelajari dari materi modul 1.4 ini, saya belum ada menemukan sesuatu yang berbeda dari praktik keseharian yang biasa dilakukan di lapangan. Justru dengan merasakan langsung, kita bisa menerapkan apa yang telah didapatkan dari materi modul 1.4. dan apabila ada hal yang salah, kitab isa langsung memperbaikinya sesuatu dengan bekal materi yang telah dipelajari.

 

3)      Concept: Ceritakan konsep-konsep utama yang Anda pelajari dan menurut Anda penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak?

Selama mempelajari modul 1.4, ada 6 materi yang saling terkait dan penting untuk dipelajari oleh seorang Calon Guru Penggerak. Keenam materi tersebut yaitu disiplin positif dan nilai-nilai Kebajikan universal; teori motivasi, hukuman dan penghargaan, restitusi; keyakinan kelas; kebutuhan dasar manusia dan dunia berkualitas; lima posisi kontrol, dan segituga restitusi. Setelah saya mempelajarinya, akan sangat sulit bila harus menentukan mana konsep utama yang penting bagi diri saya sendiri. Sebab, dari keenam materi tersebut, seperti di awal yang telah dituliskan, materi ini saling memiliki keterkaitan. Sehingga semuanya menjadi utama dan penting bagi penilaian saya secara pribadi.

 

4)      Change: Apa perubahan dalam diri Anda yang ingin Anda lakukan setelah mendapatkan materi pada hari ini?

Perubahan diri yang saya harapkan terjadi pada diri saya sendiri ialah saya harus bisa menjadi seseorang yang memiliki pemikiran luas dan lebih sensitif. Sensitif di sini bukan berarti pada hal yang negatif tetapi justru sebaliknya. Saya harus mengasah kepekaan menjadi lebih tajam dari sebelumnya. Hal ini terkait dengan melihat dan menanggapi bagaimana menghadapi seseorang yang berbuat kesalahan, terutama kepada murid saya. Saya harus mencari tahu lebih dalam apa penyebab hingga dia bisa berbuat salah. Bukan hanya mendengarkan secara sepihak tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu, kemudian secara seenaknya memberikan hukuman. Karena bila ada sebuah akibat yang ditimbulkan, pastinya ada suatu sebab dibalik itu semuanya.

Demikianlah untuk tugas refleksi dwi mingguan kali ini. Semoga bisa menjadi salah satu inspirasi rekan guru semua yang kini tengah menempuh diklat Calon Guru Penggerak.

Salam guru penggerak!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Izinkan saya Patrisia Merly, S.Pd. untuk berbagi kepada teman-teman guru hebat semua mengenai materi yang saya peroleh dalam kegiatan Pendidikan Guru Penggerak (PGP).  Kita sering mendengar kata ‘pengajaran’ dan ‘pendidikan’. Secara umum, banyak yang menganggap bahwa ini adalah dua hal yang sama. Namun nyatanya, dua kata tersebut pada dasarnya memang memiliki arti berbeda. Pengajaran sendiri masuk dalam lingkup pendidikan, maksudnya pengajaran adalah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah untuk hidup anak-anak, baik itu secara lahir maupun batin. Sedangkan pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya yaitu pendidikan menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Rangkuman Materi Modul 3.1 (Koneksi Antar Materi)

Bacalah kutipan ini dan tafsirkan apa maksudnya: “Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik” (Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best). Bob Talbert Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini? Hal yang saya pelajari dari kutipan tersebut adalah kita diingatkan bahwa seorang anak memang perlu mempelajari ilmu pengetahuan dan keterampilan yang mampu membantunya untuk bertahan hidup di dalam masyarakat, seperti misalnya kemampuan berhitung. Tetapi, selain pengetahuan dan keterampilan, sejatinya ada hal yang lebih utama dari 2 hal tersebut, yaitu etika atau moralnya sebagai manusia yang sesungguhnya. Kaitannya dengan materi kali ini yaitu di mana seorang manusia yang menjadi pemimpin harus memiliki kemampuan dalam beretika dan bermoral yang baik. Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dala...

(Review) Femmy Skin

Nulis sesuatu yang beda, bolehlah yaaa... Kali ini emang suasana hati lagi beda banget! Kalo biasanya yang ditulis itu catatan-catatan yang entahlah bagaimana isisnya, atau review soal film/drama, kali ini emang lagi pengen berbagi yang beda aja. Ini tuh lebih kayak review seputar produk. Awalnya, aku sendiri ga pernah tau ada produk ini sebelumnya. Gegara sebuah reality show  dari luar, eh ada produk buatan Indonesia yang nongol di situ. Nah, nah, naaaah, penasaranlah jadinya.