Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid
Berikut ini adalah beberapa
pertanyaan-pertanyaan yang dapat
memandu Anda saat melakukan
refleksi:
Bagaimana perasaan Anda setelah mempelajari modul ini?
Setelah melalui
perjalanan panjang, akhirnya sampailah pada modul terakhir dalam kegiatan
Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan 11 tahun 2024 di modul 3.3. Modul ini
membahas mengenai bagaimana kita sebagai guru bisa membuat sebuah program yang
bisa memberikan dampak positif bagi murid dengan menerapkan student agency.
Tentunya, ada perasaan senang karena ini juga merupakan puncak pembelajaran
yang sangat baik untuk diaplikasikan di lapangan.
Tak dapat
dipungkiri, awalnya saya pikir akan sulit dipahami untuk mempelajari materi
ini. Tetapi, setelah dilalui, akhirnya saya bisa mulai mengerti esensi dari
materi yang terdapat pada modul 3.3.
Berdasarkan pengetahuan yang saya pahami dari materi pada modul 3.3 yang membahas mengenai student agency, saya mencoba mengambil kesimpulan bahwa sangat penting untuk mengembangkan kemampuan murid dalam mengambil inisiatif, bertanggung jawab atas keputusan dan pembelajaran yang mereka jalani, serta harus mampu mengontrol proses pembelajaran tersebut. Dengan adanya student agency ini, diharapkan murid juga mampu meningkatkan nilai-nilai Pelajar Pancasila seperti diantaranya bisa lebih mandiri, memiliki nalar yang kritis, serta kreatif. Dari nilai-nilai tersebut, semoga bisa terbentuk potensi nilai kepemimpinan murid.
Apa keterkaitan yang dapat Anda lihat antara modul ini dengan modul-modul sebelumnya?
Berbicara mengenai
keterkaitan modul 3.3 dengan modul lain yang telah dipelajari sebelumnya, dapat
dijabarkan sebagai berikut:
Keterkaitan dengan modul
1.1
Pada modul ini, kiat
membahas mengenai filosopi pemikiran Ki Hajar Dewantara yang sangat
mementingkan keberpihakan kepada murid. Modul 3.3 sendiri membahas mengenai
bagaimana caranya untuk merencanakan sebuah program yang didasarkan atas
kebutuhan murid sesuai dengan minat dan bakatnya. Dan hal ini sangat jelas
terlihat bahwa kita harus memfokuskan diri untuk berpihak kepada murid.
Keterkaitan dengan modul
1.2
Modul ini membahas
mengenai nilai dan peran guru penggerak. Terkait dengan hal tersebut, sebagai
guru penggerak, haruslah memperhatikan dan memaksimalkan kedua hal tersebut
untuk membangun nilai kepemimpinan murid (student agency).
Keterkaitan dengan modul
1.3
Keterkaitan yang sangat
jelas dari modul 1.3 dengan modul 3.3 yaitu dalam hal pemanfaatan kerangka
perencanaan BAGJA. Dengan adanya BAGJA, diharapkan perencanaan untuk
meningkatkan kemampuan kepemimpinan murid menjadi lebih terorganisir dan sesuai
dengan visi guru penggerak.
Keterkaitan dengan modul
1.4
Pada modul ini dibahas
mengenai budaya positif. Tentu saja keterkaitan antara kepemimpinan murid (student
agency) diharapkan mampu membentuk suatu budaya positif bagi murid dan juga
lingkungannya.
Keterkaitan dengan modul 2.1
Mengembangkan kepemimpinan
murid tidak dapat dilakukan dengan menyamaratakan kemampuan masing-masing
murid. Untuk itu, berdasarkan pengalaman yang ada pada modul 2.1 yaitu
pembelajaran berdiferensiasi, diharapkan nilai kepemimpinan ini bisa
dikembangkan sesuai dengan minat dan bakat murid.
Keterkaitan dengan modul 2.2
Modul 2.2 mempelajari
mengenai Keterampilan Sosial Emosional (KSE). Materi ini menginginkan supaya
murid bisa mengontrol sosial emosinya agar mampu menciptakan budaya positif
yang dapat meningkatkan nilai kepemimpinan murid (student agency).
Keterkaitan dengan modul 2.3
Materi pada modul 2.3 yaitu keterampilan coaching, di mana kita bisa memanfaatkan
keterampilan coaching untuk mengidentifikasikan harapan murid akan program yang
akan dilaksanakan. Selain itu keterampilan coaching juga akan mempermudah kita
untuk membangun student agency pada murid, agar murid dapat memberikan
pendapat, melakukan pilihan dan kepemilikan akan program yang dilaksanakan.
Keterkaitan dengan modul 3.1
Berkaitan dengan materi sebelumnya yaitu modul 3.1 mengenai pengambilan
keputusan karena dalam mengelola program yang berdampak positif
bagi murid perlu
pemahaman tentang pengambilan keputusan dengan
menerapkan nilai-nilai kebajikan.
Keterkaitan dengan
modul 3.2
Materi yang dipelajari pada modul ini ialah tentang aset dan sumber daya yang dmiliki oleh sekolah. Bila dikaitkan dengan modul 3.3, murid diajarkan untuk lebih berpikir mengenai kekuatan yang dimiliki ketimbang kekurangannya. Dan untuk membangun nilai kepemimpinan pada murid, sudah pasti membutuhkan pemikiran positif terhadap kemampuan dirinya dan juga mempertimbangkan aset dan sumber daya yang tersedia disekitarnya, terutama yang ada di sekolah.
Setelah melihat keterkaitan antara modul ini dengan modul-modul lainnya jelaskanlah perspektif Anda tentang program yang berdampak positif pada murid. Bagaimana seharusnya program-program atau kegiatan sekolah harus direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi agar program-program tersebut dapat berdampak positif pada murid?
Program yang
akan direncanakan semestinya dilihat dari kebutuhan murid. Selain itu, kita
juga harus mempertimbangkan dampak positifnya. Tak sampai di situ saja, program
yang berdampak positif tersebut semestinya direncanakan bersama dengan murid,
mengajak mereka supaya merasa memiliki atas program yang dirancang berdasarkan
suara dan pilihan mereka, bersama menjalankan dan memantau berjalannya proses
hingga evaluasi terhadap program itu sendiri. Apakah setelah dijalani terlihat perkembangannya,
atau sebaliknya. Bila ternyata memberikan nilai positif kepada murid, bisa
dikatakan bahwa program yang dijalankan sudah membantu mengasah dan
meningkatkan nilai kepemimpinan murid (student agency).
Komentar
Posting Komentar