Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam guru penggerak!
Pada sesi kali ini, saya akan menyampaikan mengenai penugasan koneksi antar materi untuk modul 3.2 yang membahas mengenai Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya. Tujuan pembelajaran khusus dari kegiatan ini ialah CGP mampu menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang didapatkan sebelumnya.
Guna memudahkan dalam pengerjaan tugas, CGP juga diberikan pertanyaan bantuan dalam pembuatannya. Berikut daftar pertanyaan dan jawabannya.
Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya’ dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah.
Pemimpin pembelajaran dalam mengelola sumber daya ialah seseorang yang mampu melihat, menilai, menggunakan, serta mengelola asset atau sumber daya yang dimiliki dengan pertimbangan menggunakan pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Deficit-Based Approach) dan pendekatan berbasis aset/kekuatan (Asset-Based Approach). Kedua pendekatan tersebut memiliki cara pandang yang berbeda dalam kenyataannya. Namun, pendekatan tersebut sesungguhnya merupakan dasar untuk dapat memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada di sekolah dan sekitarnya guna menunjang kegiatan pembelajaran murid.
Contoh
implmentasinya berdasarkanl lokasi atau sasarannya dapat dijabarkan secara
singkat sebagai berikut:
|
Kelas |
Sekolah |
Masyarakat
sekitar sekolah |
|
Guru dapat memanfaatkan penggunaan laptop dan proyektor sebagai alat bantu dalam
menjelaskan materi belajar dan juga sebagai pengenalan kepada murid mengenai
pembelajaran berbasis TIK. |
Pemanfaatan lapangan sebagai prasarana kegiatan
pembelajaran olahraga, seperti bermain sepak bola, lari, atau kegiatan luar
ruangan lainnya. |
Sekolah bekerja sama dengan instansi terkait dayang
dapat membantu memberikan pengetahuan yang lebih luas, seperti dari pihak
Kepolisian Lalu Lintas, Puskesmas, BNN, dan lembaga lainnya. |
Jelaskan dan berikan contoh bagaimana hubungan pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.
Pada dasarnya, 7 modal yang dipelajari dari materi ini, seperti modal manusia, modal fisik, modal finansial, modal politik, modal lingkungan, modal sosial, dan modal agama dan budaya harus mampu dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pemimpin pembelajaran. Ditambah lagi, dasar pemikiran positif harus menjadi landasan utama ketika memikirkan aset yang dimiliki untuk pemanfaatan yang tepat guna.
Pengelolaan
sumber daya yang tepat sangat memberikan pengaruh kepada kualitas seorang
murid. Meskipun awalnya bila kita memiliki aset yang kurang baik, misalnya diambil
contoh dalam hal ini ada murid yang memiliki kemampuan masih di bawah rata-rata,
tetapi, bila ada guru yang bisa mengajarkannya dengan teknik dan cara yang tepat,
pastinya nanti murid tersebut akan berubah menjadi lebih baik. Peristiwa
seperti ini kita ambil dari segi sumber daya manusia yang dimiliki. Tidak hanya
sebatas manusia saja, sarana dan prasarana penunjang lain tentu juga harus ikut
mendukung lingkungan pembelajaran. Adanya lapangan untuk kegiatan olahraga,
laboratorium untuk kegiatan praktikum sains, perpustakaan untuk membantu
peningkatan literasi dan sebagai sumber belajar murid, dan lain sebagainya. Tak
terkecuali ruang kelas sebagai lokasi utama murid untuk melakukan aktivitas
belajar harus diusahakan dalam kondisi yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman.
Ini erat hubungannya dengan modal lingkungan dan fisik.
Selanjutnya,
dari segi finansial, kebutuhan akan kelengkapan alat dan bahan belajar harus
diperhatikan. Dana yang ada bisa saja diambil dari iuran kelas hingga dana BOS
yang dikucurkan oleh pemerintah. Kerja sama dengan pihak luar pun juga bisa
ikut membantu membentuk murid menjadi lebih berkualitas. Misalnya, pelatihan simulasi
kebakaran yang bekerja sama dengan pihak Dinas Pemadam Kebakaran, aksi
pertolongan pertama pada korban kecelakaan yang dilatih dengan pihak Puskesmas.
Hal ini bisa saja dikaitkan dengan modal politik dan sosial. Hingga satu hal
yang tidak bisa diabaikan begitu saja yaitu modal agama dan budaya. Sebagai contoh,
misalnya membaca doa sebelum memulai kegiatan belajar, saling sapa antara guru
dan murid, dan bisa juga penerapan 5S di lingkungan sekolah.
Berikan beberapa contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan modul lainnya yang Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak.
Hubungan materi modul 3.2 dengan modul-modul sebelumnya yaitu:
1.
Modul 1.1 Nilai
filosofi Ki Hajar Dewantara
Pada modul ini, Ki Hajar
menyebutkan bahwa pendidikan menuntun murid untuk bisa berkembang guna mencapai
kebahagiaan setinggi-tingginya sesuai kodratnya. Sehingga, sebagai pemimpin
pembelajaran, seorang guru harus mampu membimbing murid sesuai kodratnya dan
memanfaatkan sumber daya yang ada untuk memaksimalkan hal tersebut.
2.
Modul 1.2 Nilai
dan peran guru penggerak
Nilai dan peran guru
penggerak terdiri atas mandiri, kolaboratif, inovatif, reflektif, dan berpihak pada
murid. Berdasarkan nilai tersebut, sebagai modal manusia, seorang guru harus
bisa memanfaatkan nilai dan peran tersebut dalam pengelolaan sumber daya yang
ada agar bisa mewujudkan murid yang berkualitas.
3.
Modul 1.3 Visi
guru penggerak
Sebagai pemimpin
pembelajaran, seorang guru harus memiliki visi dan misi yang jelas. Guna mencapai
tujuan tersebut, seorang guru bisa memanfaatkan alur BAGJA untuk membantu tercapainya
pengelolaan sumber daya yang terstruktur dan terjadwal dengan baik.
4.
Modul 1.4 Budaya
positif
Budaya positif di sekolah
dapat terbangun dengan kolaborasi antara modal manusia, modal sosial, dan modal
agama dan budaya yang terbentuk dengan baik. Bila pondasi tersebut sudah
terbangun dengan kokoh, maka budaya positif pun secara tak langsung bisa
terbentuk. Sehingga, bisa membentuk murid yang berkarakter kuat di masa depan.
5.
Modul 2.1 Pembelajaran
berdiferensiasi
Pembelajaran berdiferensiasi
merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan belajar murid sesuai dengan
minat dan bakatnya. Tentunya, hal ini perlu ditunjang dengan sumber daya yang
baik dan berkualitas pula. Maka dari itu, guru sebagai pemimpin pembelajaran
harus bisa memanfaatkan sumber daya yang ada di sekolah sebaik mungkin sesuai
dengan kebutuhan. Misalnya dengan klaborasi pemanfaatan modal manusia, modal
fisik, dan modal lingkungan.
6.
Modul 2.2
Pembelajaran sosial dan emosional
Tidak jauh beda dengan
pembahasan sebelumnya pada budaya positif, pembelajaran sosial dan emosional
membutuhkan pemimpin pembelajaran yang harus mampu mengelola modal agama dan
budaya serta modal manusia. Karena, dengan adanya sosial dan emosional yang
telah terbentuk baik, selanjutnya berimbas pada budaya positif yang akan
terbentuk dengan baik pula.
7.
Modul 2.3
Coaching
Coaching merupakan sebuah strategi seorang pemimpin
pembelajaran untuk mampu melakukan pengembangan potensi diri terutama yang
dimiliki oleh murid dengan cara menuntun, mendampingi, menggali potensi, dan
memaksimalkannya. Dalam kegiatan coaching, modal utama sumber daya yang
harus dimiliki ialah modal manusia. Dengan modal manusia ini, diharapkan
kegiatan coaching bisa berjalan dengan sesuai rencana dan menghasilkan
pribadi yang memiliki potensi diri yang berkualitas.
8.
Modul 3.1
Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab
Sebagai pemimpin
pembelajaran, seorang guru haruslah mempelajari bagaimana 4 paradigma, 3
prinsip, dan 9 langkah dalam pengambilan dan pengujian keputusan. Terlebih lagi
dalam hal pengelolaan sumber daya yang ada di sekolah. Pertimbangan keputusan yang
diambil oleh seorang pemimpin terhadap asetnya sangat memberikan pengaruh besar.
Maka dari itu, selain hal-hal yang sudah disebutkan sebelumnya, pemimpin
pembelajaran juga harus memiliki dasar pemikiran positif terhadap asetnya. Sehingga,
keputusan yang diambil sudah melalui tahap pertimbangan yang matang dan tidak
menyalahi aturan maupun uji keputusan yang sejalan dengan prinsip dan paradigma
pengambilan keputusan.
Ceritakan
pula bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti modul ini,
serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti
proses pembelajaran dalam modul ini.
Sebelum saya mempelajari materi ini, saya tidak mengetahui dengan pasti apa saja modal yang dapat digunakan untuk membantu pengelolaan sumber daya yang ada di sekolah. Lalu, bagaimana bisa mengelola pemikiran dasar dalam pengelolaan aset itu, baik dari sudut pandang positif maupun sebaliknya. Kebanyakan, saya hanya fokus pada sisi manusia, finansial, atau fisik saja. Tidak terlalu percaya diri untuk melakukan kegiatan yang bisa membantu murid untuk meningkatkan kemampuan mereka. Saya juga tidak terlalu mengindahkan jenis modal yang lain dengan baik, karena ketidaktahuan tersebut. Tetapi, setelah saya mengetahuinya, saya pun tidak ragu lagi untuk bergerak memaksimalkan potensi yang ada di sekolah. Terus mencari alternatif yang baik untuk menangani kekurangan sumber daya dan memanfaatkan sumber daya yang sudah baik atau sudah tersedia dengan lebih optimal lagi.
Demikianlah penjabaran tugas mengenai koneksi antar materi untuk modul 3.2. Semoga bisa memberikan manfaat bagi pembaca sekalian terutama bagi guru-guru hebat di mana pun berada. Salam guru penggerak!
Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar