Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam hebat untuk rekan guru semua di mana pun berada.
Di sesi kali ini, saya akan berbagi mengenai jurnal refleksi mingguan untuk modul ketiga. Model yang saya gunakan dalam penulisan jurnal ini yaitu Model 4P (Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran, Penerapan).
Berikut cerita lengkapnya ...
Peristiwa:
Pembelajaran selama dua minggu
yang saya jalani kali ini benar-benar menantang diri saya sendiri secara
pribadi. Minggu lalu, tepatnya hari Sabtu, tanggal 22 Juli 2024, merupakan kali
pertama saya secara langsung mengikuti kegiatan Lokakarya 1. Di mana sebelumnya,
pada kegiatan Lokakarya 0 tak dapat saya ikuti karena suatu keperluan. Saya akhirnya
bisa bertemu langsung dengan rekan-rekan seperjuangan yang mengikuti diklat
Pendidikan Guru Penggerak Kota Jambi. Awalnya, sungguh berat ketika saya mau
melangkahkan kaki menuju lokasi kegiatan. Terlebih lagi, kegiatan dilakukan
pada akhir pekan yang biasa digunakan untuk membereskan rumah dan istirahat
setelah berkegiatan di lima hari kerja sebelumnya. Tapi, ketika terbayang
bagaimana rasanya bisa jumpa langsung dengan rekan-rekan sesama CGP, rasa malas
itu berhasil saya tepis. Dan ternyata benar! Berkumpul dengan rekan-rekan CGP
secara langsung bisa memberikan kekuatan tersendiri.
Selain itu, selama dua mimggu ini
pula, kami mempelajari modul 1.3 yang membahas mengenai Inkuiri Apresiatif, visi,
prakarsa perubahan, ATAP, hingga BAGJA. Sedangkan saat mengikuti Lokakarya 1, kami
diberikan materi seputar Komunitas Praktisi sebagai Strategi Pengembangan
Profesional Guru. Ada banyak pengetahuan baru yang saya terima. Dan belajar bersama
dengan bertemu langsung seperti itu, memang memberikan kesan tersendiri buat
saya.
Perasaan:
Ada sesuatu yang berbeda di dua
minggu belakangan ini. Andaikata bila boleh berkata jujur, perasaan saya ibarat
roller coster. Benar-benar sulit untuk di tebak. Terkadang bisa berada
di atas, namun sekali waktu bisa merosot jatuh tanpa diduga. Terlebih lagi,
kegiatan pembelajaran kali ini sudah berbarengan dengan kegiatan masuk sekolah.
Segala rupa cerita di sekolah dan juga cerita saat mengikuti kegiatan PGP secara
online dan offline, berbaur menjadi satu. Benar-benar menjadi dua
minggu penuh tantangan bagi sosok seperti saya yang punya mood swing
atau orang yang memiliki perubahan perasaan secara cepat dan drastis.
Saya pun sempat merasa tertekan
manakala saya belum bisa memahami materi modul yang diberikan. Hal ini
dikarenakan saya juga harus menyelesaikan beberapa urusan sekolah, sehingga
membuat konsentrasi terpecah dan membuyarkan fokus belajar saya. Sampai pada
akhirnya, saya harus menguatkan dan menyemangati diri bahwa saya pasti bisa
melalui semuanya dengan baik.
Pembelajaran:
Ada banyak hal yang bisa saya
pelajari selama dua minggu ini. Baik itu secara langsung maupun tak langsung. Mulai
dari modul 1.3 yang membahas mengenai Inkuiri Apresiatif, lalu bagaimana cara
merumuskan visi, mengubahnya menjadi prakarsa perubahan, hingga dengan bantuan
ATAP kita bisa membuat kerangka bagan BAGJA. Selain itu, tambahan materi
pengetahuan dari Lokakarya 1 mengenai Komunitas Praktisi juga tak kalah menarik.
Sebenarnya, materi ini cukup berat bila direnungkan. Tapi, karena selama
kegiatan dilakukan secara bersama-sama dan PP yang memberikan materi juga
sangat interaktif dan inovatif dengan metode yang diaplikasikannya, sehingga
kami para CGP bisa menerima ilmu yang disampaikan dengan perasaan senang. Tanpa
sadar, saya justru terhipnotis dengan apa yang dilakukan oleh PP tersebut. Mengenai
bagaimana cara Beliau bisa tetap enerjik dan menarik selama pemberian materi berlangsung.
Padahal, kegiatan itu sendiri dilakukan dari pagi hingga sore hari. Tetapi, mereka
tetap terus semangat. Saya jadi merenung dan mulai bertanya pada diri sendiri, “Apakah
aku juga bisa seperti Beliau ketika mengajar di kelas?”.
Penerapan:
Dari dua minggu perjalanan pembelajaran
di modul 1.3 dan juga Lokakarya 1 kemarin, sesungguhnya saya sangat terkesan
dengan materi yang disampaikan pada Lokakarya 1. Satu pesan penting yang
tergiang-giang di benak saya ialah bagaimana supaya komunitas praktis yang ada
di sekolah saya bisa terus bertahan di tahapan “merawat keberlanjutan”. 3 poin
penting dalam tahapan ini yaitu bagaimana cara mengembangkan anggota menjadi
penggerak, menginisiasi kolaborasi dengan rekan sejawat, serta mampu
menyelenggarakan proyek kegiatan murid. 2 dari 3 poin yang ada sudah dijalankan
dengan cukup baik. Hanya 1 poin yang menurut saya cukup sulit untuk dilakukan,
yaitu bagaimana caranya untuk bisa mengembangkan anggota yang lain menjadi
penggerak. Saya berharap bahwa jangan hanya Guru Penggerak saja yang bergerak,
tetapi memang seluruh anggota lainnya ikut bergerak. Memiliki ide-ide atau
gagasan yang baik untuk membawa komunitas yang telah dibina menjadi komunitas
yang tidak hanya bisa memberikan manfaat untuk internal sekolah saja, tetapi
juga bisa memberikan manfaat untuk orang banyak. Perlahan, saya dan rekan-rekan
lain yang sedang menjalani diklat PGP ini bertekad untuk mewujudkan hal
tersebut. Selain itu, kami akan terus saling berkolaborasi untuk bisa melakukannya.
Di mulai dengan perencanaan hingga aksi nyata yang sesungguhnya di lapangan.
Demikian cerita saya mengenai refleksi dwi mingguan untuk modul 3 ini. Semoga bisa menginspirasi rekan guru semua.
Salam hebat untuk guru Indonesia!
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
![]() |
Kelas C Kegiatan Lokakarya 1 (Sabtu, 22 Juli 2024) |

Komentar
Posting Komentar