Langsung ke konten utama

Postingan

Koneksi Antar Materi - Modul 1.3

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Rekan guru semua, kali ini saya akan menjabarkan mengenai penugasan untuk modul 1.3 yaitu Koneksi Antar Materi (KAM) 1.3. Pada bagian ini, CGP diminta untuk merefleksikan dan mengaitkan pemahaman antar modul  yang telah dipelajari hingga kini, dengan merespon pertanyaan berikut ini:

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan - 3

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Salam hebat untuk rekan guru semua di mana pun berada.  Di sesi kali ini, saya akan berbagi mengenai jurnal refleksi mingguan untuk modul ketiga. Model yang saya gunakan dalam penulisan jurnal ini yaitu Model 4P (Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran, Penerapan). Berikut cerita lengkapnya ...

Aksi Nyata Modul 1.1

  Kita sering kali mengira bahwa pendidikan dan pengajaran merupakan dua kata yang memiliki arti yang sama. Padahal, kedua kata itu memiliki arti berbeda namun masih di dalam satu teritorial yang sama. Pengajaran merupakan bagian dari pendidikan, maksudnya di sini ialah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah untuk hidup anak-anak, baik secara lahir maupun batin. Seiring perjalanan waktu, Ki Hajar Dewantara mencoba mengingatkan kembali khususnya kepada seluruh guru di Indonesia bahwa ada baiknya anak-anak diajarkan menurut kodrat mereka, yaitu kodrat alam dan kodrat zaman.

Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.2

Guru Penggerak merupakan suatu program yang dilakukan untuk memberikan pendidikan khusus kepada guru yang nantinya diharapkan bisa memimpin pembelajaran dan mendorong transformasi Pendidikan di Indonesia. Program Guru Penggerak sendiri dilalui melalui proses seleksi dan diklat selama 6 bulan. Setelah menjalani Pendidikan Guru Penggerak, seorang Guru Penggerak diharapkan bisa menjiwai lima nilai-nilai Guru Penggerak, yaitu berpihak kepada murid, reflektif, mandiri, kolaboratif, dan inovatif. Selain itu, Guru Penggerak pun memiliki peran yang cukup penting dalam transformasi Pendidikan, seperti menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain, menjalin kolaborasi antar guru, dan mewujudkan kepemimpinan murid.

Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Izinkan saya Patrisia Merly, S.Pd. untuk berbagi kepada teman-teman guru hebat semua mengenai materi yang saya peroleh dalam kegiatan Pendidikan Guru Penggerak (PGP).  Kita sering mendengar kata ‘pengajaran’ dan ‘pendidikan’. Secara umum, banyak yang menganggap bahwa ini adalah dua hal yang sama. Namun nyatanya, dua kata tersebut pada dasarnya memang memiliki arti berbeda. Pengajaran sendiri masuk dalam lingkup pendidikan, maksudnya pengajaran adalah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah untuk hidup anak-anak, baik itu secara lahir maupun batin. Sedangkan pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya yaitu pendidikan menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Fireworks Of My Heart (2023)

sumber: greget media Udah lama ga ngedracin gegara belum nemu judul dan cerita yang pas. Eh sekalinya dapet, pake acara mampet pula nontonnya karna berasa belum dapat feel -nya. Sama kayak drama yang satu ini. Tau ada drama ini gegara liat fyp lewat di beranda. Kenapa kok akhirnya mau nonton? Soalnya di video singkat itu, ada Yang Yang ikutan wara-wiri. Hoooo, tidak bisa tidak nonton dong. Cek judul, trus nonton deh. Eh tapi, baru beberapa episode awal, akunya kayak yang belum bisa menikmati ceritanya. Jadilah dia ditinggalin dulu sampe batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Sampai pada akhirnya, mulai ngintip lagi, coba memahami dan menikmati, eh malah terhanyuuuut dong T.T  Genre drama ini kombinasi antara cinta, aksi, medis juga. Konflik utamanya seputar cinta lama bersemi kembali yang dialami sama sepasang tokoh utamanya. Ah, kalo ngomongin celebek, kok bikin sesak hati sendiri ya >,<

Salah

Capek banget ga sih jadi orang yang tertuduh disalahkan melulu? Kata lainnya, jadi korban ga kesudahan gitu. Asli, pasti lu pada ga cuma ngerasa capek tapi juga sebel, kesel, marah, dan segala emosi yang serupa itu udah pasti dirasain. Yang lebih parahnya lagi, lu ga bisa ngebantah apalagi marah. Ujung-ujungnya, lu cuma bisa mangkel aja dalam hati sendiri. Kadang-kadang ngedumel ga jelas, malah bisa sampe ga sadar malah nangis karena udah ga bisa nahan lagi apa yang mestinya meledak, tapi malah ketahan di hati. Kalo udah begini, bawaannya jadi melow, kalo ga malah gampang tersinggung, sensi, yah, pokoknya begitulah.