Kita sering kali mengira bahwa pendidikan dan pengajaran merupakan dua kata yang memiliki arti yang sama. Padahal, kedua kata itu memiliki arti berbeda namun masih di dalam satu teritorial yang sama. Pengajaran merupakan bagian dari pendidikan, maksudnya di sini ialah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah untuk hidup anak-anak, baik secara lahir maupun batin.
Seiring perjalanan waktu, Ki Hajar Dewantara mencoba mengingatkan kembali khususnya kepada seluruh guru di Indonesia bahwa ada baiknya anak-anak diajarkan menurut kodrat mereka, yaitu kodrat alam dan kodrat zaman.
>> Perasaan selama melakukan perubahan di kelas …
Perasaan saya
setelah mempelajari materi di modul 1.1 untuk selanjutnya mencoba mempraktekkan
di kelas, cukup terasa memiliki perbedaan. Sebelum memahami materi yang ada di
modul, model pembelajaran saya meskipun sudah mencoba mengaplikasikan konsep student
center, namun belum bisa dikatakan 100% berfokus pada murid. Saya belum
bisa melakukannya dengan percaya diri, terkadang tanpa sadar kembali ke konsep teacher
center, dan masih menuntut anak-anak untuk bisa mencapai nilai KKM. Tetapi,
setelah mempelajari dan memahami materi yang ada pada modul, di mana sebagai
seorang guru sudah semestinya menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada
murid (student centre). Saya pun kembali menantang diri sendiri untuk
bisa sepenuhnya mengaplikasikan hal tersebut di dalam proses belajar mengajar
di kelas.
>> Ide atau gagasan yang timbul sepanjang
proses perubahan …
Sepanjang proses
perubahan yang saya lakukan, ada banyak sekali ide-ide atau gagasan yang muncul
di dalam benak saya. Mulai dari bagaimana memilih metode dan model pembelajaran
yang sesuai dengan materi tetapi tetap bisa dilakukan dengan menyenangkan oleh
anak-anak, sampai menyiapkan keperluan yang dibutuhkan. Serta pastinya, hal-hal
tersebut tidak boleh mengindahkan konsep student center yang menjadi sentral
pembelajaran.
Selain itu,
saya juga harus lebih banyak lagi mengikuti pelatihan/seminar/workshop terkait
dengan pembelajaran di kelas yang aktif, inovatif, dan menyenangkan guna
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan saya secara pribadi.
>> Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik
baik …
Pembelajaran dan pengalaman yang saya lakukan yang merupakan salah satu
catatan praktik baik adalah kegiatan belajar dengan menggunakan model game
learning. Kegiatan ini dilakukan ketika pembelajaran materi observasi
bagian menemukan kata-kata ilmiah beserta artinya.
Sebelum kegiatan pembelajaran di mulai, saya melakukan beberapa persiapan terlebih dahulu. Pertama, saya mencoba mencari tau terlebih dahulu model pembelajaran seperti apa yang sekiranya bisa saya gunakan agar anak-anak tidak merasa bosan dengan materi yang nanti akan dipelajari. Biasanya, saya suka mencari data melalui laman pencarian Google. Setelah menemukannya, saya beralih menuju ke persiapan materi dan bahan ajar. Setelah semua persiapan selesai, saatnya untuk melakukan eksekusi di kelas.
![]() |
| foto: pencarian ide di mesin pencari |
Sebelum memulai kegiatan pembelajarn, sudah menjadi agenda rutin di sekolah kami melakukan pembacaan Al-Quran selama 10 menit setiap pagi. Hal ini juga merupakan cerminan salah satu nilai dari P5 yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
![]() |
| foto: membaca Al-Quran |
Kemudian, saya akan menyampaikan skenario pembelajaran
kepada anak-anak. Dalam kegiatan ini, anak-anak dibagi menjadi beberapa
kelompok kecil. Setelah semua siap disampaikan, selanjutnya tiba waktunya untuk
melakukan eksekusi kegiatan. Bahan-bahan puzzle dibagikan ke tiap-tiap
kelompok. Mereka diberikan Batasan waktu dalam mengerjakannya. Bila waktu telah
habis, kemudian hasil kerja dikumpulkan dan di koreksi bersama. Kegiatan selanjutnya,
bersiap menuju ke kegiatan refleksi. Pada kegiatan refleksi ini, tak lupa saya
menanyakan bagaimana perasaan dan kesan yang murid alami ketika mengikuti
kegiatan pembelajaran.
![]() |
| foto: kegiatan pembelajaran |
>> Testimoni
…
“Pembelajaran
yang dilakukan oleh Ibu Merly semakin beragam modelnya dari yang sebelumnya.
Anak-anak yang ikut belajar di kelas juga semakin aktif. Terlebih lagi ketika
saya lihat mereka belajar menggunakan permainan puzzle kata. Anak-anak
diajarkan untuk bekerja sama karena kebetulan belajarnya dalam kelompok. Kemudian,
mereka juga harus bisa berpikir kritis untuk bisa menemukan kata yang dimaksud
dari potongan-potongan kertas berisi huruf. Dan ini membawa dampak positif bagi
anak-anak karena mereka tidak lagi harus terfokus pada guru tetapi pembelajaran
seperti itu selain berpusat pada murid tetapi juga membuat suasana kelas
menjadi menyenangkan.”
Ibu Elfiana – Guru Kimia
![]() |
| Ibu Elfiana (Kiri), Ibu Yolli (Kanan) |
Ibu Yolli Yolanda – Guru Geografi
![]() |
Syauqi Ali - Siswa Fase F.12.5 |
"Pendapat saya mengenai metode belajar seperti ini, saya secara pribadi suka metode pelajarannya. Karena, hal ini sama saja dengan kita melakukan permainan tetapi tetap dalam koridor pembelajaran. Sehingga tanpa sadar telah membuat teman-teman yang melakukannya berpikir secara kritis serta dapat membantu membuat pelajaran terasa lebih relaks atau santai.Namun Intinya, belajar dengan konsep seperti itu sangat menyenangkan."
![]() |
Afdhal Ramadhan - Siswa Fase F.12.3 |







Komentar
Posting Komentar