Langsung ke konten utama

Aksi Nyata Modul 1.1

 Kita sering kali mengira bahwa pendidikan dan pengajaran merupakan dua kata yang memiliki arti yang sama. Padahal, kedua kata itu memiliki arti berbeda namun masih di dalam satu teritorial yang sama. Pengajaran merupakan bagian dari pendidikan, maksudnya di sini ialah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah untuk hidup anak-anak, baik secara lahir maupun batin.

Seiring perjalanan waktu, Ki Hajar Dewantara mencoba mengingatkan kembali khususnya kepada seluruh guru di Indonesia bahwa ada baiknya anak-anak diajarkan menurut kodrat mereka, yaitu kodrat alam dan kodrat zaman.

>> Perasaan selama melakukan perubahan di kelas …

Perasaan saya setelah mempelajari materi di modul 1.1 untuk selanjutnya mencoba mempraktekkan di kelas, cukup terasa memiliki perbedaan. Sebelum memahami materi yang ada di modul, model pembelajaran saya meskipun sudah mencoba mengaplikasikan konsep student center, namun belum bisa dikatakan 100% berfokus pada murid. Saya belum bisa melakukannya dengan percaya diri, terkadang tanpa sadar kembali ke konsep teacher center, dan masih menuntut anak-anak untuk bisa mencapai nilai KKM. Tetapi, setelah mempelajari dan memahami materi yang ada pada modul, di mana sebagai seorang guru sudah semestinya menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada murid (student centre). Saya pun kembali menantang diri sendiri untuk bisa sepenuhnya mengaplikasikan hal tersebut di dalam proses belajar mengajar di kelas.

>> Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan …

Sepanjang proses perubahan yang saya lakukan, ada banyak sekali ide-ide atau gagasan yang muncul di dalam benak saya. Mulai dari bagaimana memilih metode dan model pembelajaran yang sesuai dengan materi tetapi tetap bisa dilakukan dengan menyenangkan oleh anak-anak, sampai menyiapkan keperluan yang dibutuhkan. Serta pastinya, hal-hal tersebut tidak boleh mengindahkan konsep student center yang menjadi sentral pembelajaran.

Selain itu, saya juga harus lebih banyak lagi mengikuti pelatihan/seminar/workshop terkait dengan pembelajaran di kelas yang aktif, inovatif, dan menyenangkan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan saya secara pribadi. 

>> Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik …

Pembelajaran dan pengalaman yang saya lakukan yang merupakan salah satu catatan praktik baik adalah kegiatan belajar dengan menggunakan model game learning. Kegiatan ini dilakukan ketika pembelajaran materi observasi bagian menemukan kata-kata ilmiah beserta artinya.

Sebelum kegiatan pembelajaran di mulai, saya melakukan beberapa persiapan terlebih dahulu. Pertama, saya mencoba mencari tau terlebih dahulu model pembelajaran seperti apa yang sekiranya bisa saya gunakan agar anak-anak tidak merasa bosan dengan materi yang nanti akan dipelajari. Biasanya, saya suka mencari data melalui laman pencarian Google. Setelah menemukannya, saya beralih menuju ke persiapan materi dan bahan ajar.  Setelah semua persiapan selesai, saatnya untuk melakukan eksekusi di kelas. 

foto: pencarian ide di mesin pencari

Sebelum memulai kegiatan pembelajarn, sudah menjadi agenda rutin di sekolah kami melakukan pembacaan Al-Quran selama 10 menit setiap pagi. Hal ini juga merupakan cerminan salah satu nilai dari P5 yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

foto: membaca Al-Quran 

Kemudian, saya akan menyampaikan skenario pembelajaran kepada anak-anak. Dalam kegiatan ini, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setelah semua siap disampaikan, selanjutnya tiba waktunya untuk melakukan eksekusi kegiatan. Bahan-bahan puzzle dibagikan ke tiap-tiap kelompok. Mereka diberikan Batasan waktu dalam mengerjakannya. Bila waktu telah habis, kemudian hasil kerja dikumpulkan dan di koreksi bersama. Kegiatan selanjutnya, bersiap menuju ke kegiatan refleksi. Pada kegiatan refleksi ini, tak lupa saya menanyakan bagaimana perasaan dan kesan yang murid alami ketika mengikuti kegiatan pembelajaran.

foto: kegiatan pembelajaran
Beberapa hal yang saya rangkum sebagai hasil pengamatan selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung yaitu masih ada anak yang belum proaktif bekerja dalam timnya, beberapa anak juga terlihat mudah menyerah ketika belum menemukan jawaban yang benar, bahkan ada anak yang sudah menyerah di awal ketika baru saja membuka bahan game yang disediakan. Terkait hal tersebut, biasanya saya akan memberikan motivasi kepada mereka. Tak hanya itu, saya pun memberikan tips dan trik dalam mengerjakan permainan. Hal ini sengaja tidak saya berikan di awal untuk melihat kemampuan mereka dalam berpikir kritis.

foto: hasil kerja siswa

>> Testimoni …

“Pembelajaran yang dilakukan oleh Ibu Merly semakin beragam modelnya dari yang sebelumnya. Anak-anak yang ikut belajar di kelas juga semakin aktif. Terlebih lagi ketika saya lihat mereka belajar menggunakan permainan puzzle kata. Anak-anak diajarkan untuk bekerja sama karena kebetulan belajarnya dalam kelompok. Kemudian, mereka juga harus bisa berpikir kritis untuk bisa menemukan kata yang dimaksud dari potongan-potongan kertas berisi huruf. Dan ini membawa dampak positif bagi anak-anak karena mereka tidak lagi harus terfokus pada guru tetapi pembelajaran seperti itu selain berpusat pada murid tetapi juga membuat suasana kelas menjadi menyenangkan.”

Ibu Elfiana – Guru Kimia

Ibu Elfiana (Kiri), Ibu Yolli (Kanan)
“Ibu Merly sebenarnya sudah merupakan sosok guru yang suka sekali mengeksplor pengetahuan terutama di bidang Pendidikan. Sepengetahuan saya, beliau memang sangat suka sekali mengikuti beragam pelatihan yang berkenaan dengan pembelajaran dan sejenisnya. Hal positif yang saya suka dari dirinya bahwa beliau tidak pelit akan ilmu yang dimilikinya. Ibu Merly suka berbagi dengan rekan sejawat lain. Misalnya, seperti saya sendiri, beliau mau mengajari saya mengenai penggunaan Canva, belajar dengan metode permainan menggunakan aplikasi wordwall, dan beberapa hal lainnya. Sehingga bisa menambah ide kreatif saya untuk memilih metode dan model pembelajaran di kelas.”

 Ibu Yolli Yolanda – Guru Geografi

Syauqi Ali - Siswa Fase F.12.5


"Pendapat saya mengenai metode belajar seperti ini, saya secara pribadi suka metode pelajarannya. Karena, hal ini sama saja dengan kita melakukan permainan tetapi tetap dalam koridor pembelajaran. Sehingga tanpa sadar telah membuat teman-teman yang melakukannya berpikir secara kritis serta dapat membantu membuat pelajaran terasa lebih relaks atau santai.Namun Intinya, belajar dengan konsep seperti itu sangat menyenangkan." 

Afdhal Ramadhan - Siswa Fase F.12.3

 


"Menurut saya pribadi, saya suka belajar yang tidak kaku seperti menjelaskan sambil bermain atau belajar kelompok. Hal tersebut bisa saya dapatkan di saat penerapan dengan metode ini. Selain itu, saran saya, saya juga ingin sesekali belajar di luar kelas, misalnya di pendopo atau di perpustakaan, agar tidak membuat bosan."

Komentar