Langsung ke konten utama

Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.2

Guru Penggerak merupakan suatu program yang dilakukan untuk memberikan pendidikan khusus kepada guru yang nantinya diharapkan bisa memimpin pembelajaran dan mendorong transformasi Pendidikan di Indonesia. Program Guru Penggerak sendiri dilalui melalui proses seleksi dan diklat selama 6 bulan.

Setelah menjalani Pendidikan Guru Penggerak, seorang Guru Penggerak diharapkan bisa menjiwai lima nilai-nilai Guru Penggerak, yaitu berpihak kepada murid, reflektif, mandiri, kolaboratif, dan inovatif. Selain itu, Guru Penggerak pun memiliki peran yang cukup penting dalam transformasi Pendidikan, seperti menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain, menjalin kolaborasi antar guru, dan mewujudkan kepemimpinan murid.

Seorang Guru Penggerak memiliki nilai dan peran yang penting dalam membangun pendidikan yang lebih baik, terutama dalam mewujudkan cita-cita Ki Hajar Dewantara terkait membawa kemerdekaan belajar bagi anak-anak Indonesia. Beberapa hal yang telah saya jalani dan aplikasikan di sekolah berkenaan dengan nilai dan peran adalah ... 

a.   Berpihak kepada murid

Sesuai dengan pemikiran dan impian besar Ki Hajar Dewantara yang ingin membawa kemerdekaan belajar bagi murid, maka dari itu saya pun berusaha untuk mewujudkan hal tersebut. Hal utama yang biasa saya lakukan terhadap murid yaitu menanyakan terlebih dahulu apa yang mereka butuhkan. Kita harus memahami di awal apa kebutuhan murid, selanjutnya barulah kita pikirkan bagaimana bisa mewujudkannya. Namun tetap dengan ketentuan yang berlaku. Contoh yang pernah lakukan misalnya saya membebaskan murid untuk memilih bentuk pengerjaan tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing. Mereka dibebaskan untuk mengerjakan tugas dalam bentuk poster, komik, atau narasi yang disesuaikan dengan materi pelajaran. Selanjutnya, saya sebagai guru menuntun dan membimbing murid dalam proses pengerjaan tugas mereka. 

foto: contoh pembelajaran menyenangkan 

 b.      Mandiri

Nilai kemandirian merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi seorang Guru Penggerak. Sebagai guru, kita tidak boleh hanya bergantung kepada orang lain. Misalnya, hanya menunggu informasi tentang kegiatan pelatihan atau workshop dari Dinas Pendidikan atau instansi semisalnya, tanpa berusaha mencari tahu dengan inisiatif sendiri. Semestinya, menjadi seorang guru itu, tidaklah hanya sekedar menerima ‘suapan’ tetapi harusnya bisa berusaha ‘mengais’ sendiri.

Dalam penerapan kemandirian ini, secara pribadi, saya sendiri telah berusaha melakukan nilai mandiri ini, terutama terkait dengan peningkatan kompetensi. Saya telah mengikuti beberapa kegiatan pelatihan baik yang dilakukan secara offline maupun online. Beberapa pelatihan yang pernah saya lakukan seperti Pelatihan Mandiri dalam Platform Merdeka Mengajar dengan topik Kurikulum Merdeka dan Pelatihan dengan topik Tools Online: Pemanfaatan untuk Pembelajaran Aktif (Kemitraan dengan Inovasi) yang dapat diakses melalui PMM, Strategi Pembelajaran di Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Computational Thinking yang dilaksanakan oleh Universitas Dr. Soetomo, dan masih ada beberapa macam kegiatan pelatihan lainnya.  

foto: beberapa bukti piagam/sertifikat keikutsertaan dalam kegiatan 

 c.       Reflektif

Sebagai seorang Guru Penggerak, sudah semestinya senantiasa memaknai setiap pengalaman yang pernah ia lakukan secara mendalam dan berhati-hati. Dengan nilai reflektif ini, Guru Penggerak mampu mengevaluasi kesan positif dan negatif yang selanjutnya dapat dijadikan modal untuk pembelajaran di masa depan.

Penerapan nilai reflektif yang saya jalani ialah kegiatan supervisi. Kegiatan ini juga dilakukan dengan berkolaborasi bersama rekan sejawat. Kegiatan supervisi dilakukan dengan ritme per triwulan sekali. Bila kegiatan supervisi terkesan formal bersama dengan supervisor yang telah ditunjuk oleh pihak sekolah, ada pula kegiatan supervisi yang lebih santai. Kegiatan ini pun bisa dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan. Supervisi versi santai yang saya maksud adalah ketika sesama rekan guru saling bercerita atau curhat mengenai pembelajaran yang ia laksanakan. Dari forum diskusi kecil tersebut, kita bisa saling memberikan komentar, saran, ataupun masukan dengan rekan sejawat. Dan tak sampai disitu, secara pribadi pun, kita bisa membuat jurnal mengenai tulisan tentang kegiatan pembelajaran yang telah dilalui di kelas. 

d.      Kolaboratif

Kolaborasi merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan sebagai manusia sosial. Sebagai Guru Penggerak, poin ini juga penting untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kolaboratif yang biasa saya lakukan dan juga akan terus saya pertahankan yaitu kolaborasi bersama rekan sejawat, kolaborasi dengan institusi atau dinas terkait perihal pendidikan, kolaborasi dengan orang tua, dan kolaborasi dengan masyarakat. Bentuk-bentuk kegiatan kolaboratif yang saya jalankan dan masih tetap berlangsung sampai saat ini seperti kegiatan MGMP bidang mata Pelajaran yang dilakukan setiap dwi mingguan, melakukan kegiatan workshop, kegiatan open class bersama orang tua murid yang rutin diadakan setiap awal tahun ajaran baru, dan masih banyak lagi kegiatan kolaborasi lainnya. Bentuk kolaboratif ini dilakukan dengan tujuan untuk tetap menjalin komunikasi dengan rekan sejawat, orang tua murid, bahkan masyarakat luas.

foto: dok. MGMP SMA Mapel Bahasa Indonesia Kota Jambi

 e.      Inovatif

Berdasarkan pemikiran Ki Hajar Dewantara, anak hendaknya diajarkan sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Mengenai kodrat zaman yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara, sangat tepat sekali dengan kondisi dan situasi yang dijalani pada saat ini. Untuk bisa mengajarkan murid sesuai dengan kodrat zamannya, sudah semestinya seorang guru harus lebih dahulu memiliki kemampuan berkenaan dengan hal tersebut. Ditambah lagi saat ini, sudah banyak aplikasi yang bisa membantu dan memudahkan guru dalam mempersiapkan hingga melakukan pengajaran di kelas. Bila sebelumnya hanya model ceramah saja yang dominan dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar, sesuai perkembangan zaman, sekarang sudah banyak guru yang menggunakan perangkat ajar berbasis elektronik, seperti laptop dan proyektor. Tak sampai disitu, guru-guru juga bisa memanfaatkan aplikasi atau situs-situs online, seperti Youtube, Quizziz, Kahoot, Goggle Form, dan aplikasi sejenis lainnya. 

foto: pembelajaran menggunakan teknologi


Nilai inovatif dalam pelaksanaannya juga dapat membuat seorang Guru Penggerak mampu menjalani perannya dalam hal menggerakkan komunitas praktisi, sebagai coach bagi guru lain, hingga menjalin kolaborasi antar guru. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan saya pribadi akan terus mengusahakan agar kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkelanjutan.


Apabila saya telah lulus program ini dan telah menjalani peran sebagai Guru Penggerak selama 3 tahun, maka yang akan saya lakukan dalam mengaplikasikan nilai-nilai dan peran Guru Penggerak antara lain:

a.  Berpihak kepada murid

- melakukan kegiatan pembelajaran di luar kelas atau field trip

- memberikan perhatian kepada murid terutama bagi mereka yang membutuhkan bimbingan khusus

- melakukan kegiatan pembelajaran dengan metode dan model yang lebih bervariatif dari apa yang       telah dilakukan sebelumnya.

- membimbing murid untuk bisa menemukan kemampuan bakat dalam diri mereka

b. Mandiri

- terus aktif untuk meng-upgrade diri melalui kegiatan pelatiha/workshop/seminar baik secara online maupun offline

- merancang modul ajar atau perangkat pembelajaran secara mandiri

c. Reflektif

- melakukan supervisi kegiatan pembelajaran

- membuat jurnal pribadi mengenai refleksi mengajar

d. Kolaboratif

- bersama rekan sejawat melakukan kegiatan seminar untuk orang tua murid mengenai pemahaman tentang perkembangan kurikulum

-  mengajak rekan sejawat untuk mengadakan kegiatan pelatihan guna meningkatkan kemampuan terutama terkait pemanfaatan aplikasi yang bisa digunakan untuk membantu kelancaran kegiatan pembelajaran

- tetap menjadi anggota aktif dalam kegiatan MGMP atau kegiatan serupa 

e. Inovatif

- menemukan model dan metode baru dalam kegiatan pembelajaran

- merancang pembelajaran menyenangkan

- merancang kegiatan projek yang efektif dan efisien


Demikianlah yang dapat saya jabarkan mengenai nilai dan peran saya sebagai Guru Penggerak. Jaga selalu kesehatan dan teruslah kobarkan semangat untuk seluruh guru di Indonesia. Salam Guru Penggerak!

Komentar