Langsung ke konten utama

Deret kata hati

Sudah lama tak menulis, mari tuangkan kali ini dalam bentuk untaian kata (yang entah itu ada arti atau tidak).

Tak Jelas


Terlalu banyak hal yang berkecamuk dalam pikiran,

bukan hanya satu, dua, tiga

Entahlah!

Karena mereka pada dasarnya tak bisa

bila sekedar dihitung dengan jari-jari mungil saja

Sesungguhnya,

satu per satu mereka telah rapi mengantri

menunggu giliran kapan bisa keluar,

terlalu tertib berbaris

namun masih tak jelas bila waktu akan tiba

Ini memang tentang sebuah pikiran

tapi sebentar, ini bukan sebuah,

bisa saja dua buah, tiga buah, dan berbuah lainnya

Hanya saja, ini bukan buah yang sebenarnya

Ah,

terlalu repot ternyata


-sudut karya-

27 Januari 2026


==========================================================================

Kacau yang Sebenarnya


Terlalu bosan dengan situasi

yang ada saat ini,

Mereka yang ramai, berteriak,

tertawa, mengoceh dengan kata-kata kasarnya

Sumpah!

Ini sangat mengganggu pendengaran saja

Berpasang mata yang seolah ingin menerkam,

menggeram tanpa lupa memamerkan

taring tajam,

Sungguh, sudah sangat siap menerjang

Manakala satu peringatan diabaikan, 

dua kali panggilan tak didengar,

sampai akhirnya hanya bisa terdiam

Gaduh ini tak dapat dibendung

omongan kotor itu terlalu lancar mengalir

Rasanya sudah tidak tahan,

semua benar-benar kacau!


-pojok ruangan transisi-

3 Februari 2026




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Izinkan saya Patrisia Merly, S.Pd. untuk berbagi kepada teman-teman guru hebat semua mengenai materi yang saya peroleh dalam kegiatan Pendidikan Guru Penggerak (PGP).  Kita sering mendengar kata ‘pengajaran’ dan ‘pendidikan’. Secara umum, banyak yang menganggap bahwa ini adalah dua hal yang sama. Namun nyatanya, dua kata tersebut pada dasarnya memang memiliki arti berbeda. Pengajaran sendiri masuk dalam lingkup pendidikan, maksudnya pengajaran adalah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah untuk hidup anak-anak, baik itu secara lahir maupun batin. Sedangkan pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya yaitu pendidikan menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Rangkuman Materi Modul 3.1 (Koneksi Antar Materi)

Bacalah kutipan ini dan tafsirkan apa maksudnya: “Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik” (Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best). Bob Talbert Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini? Hal yang saya pelajari dari kutipan tersebut adalah kita diingatkan bahwa seorang anak memang perlu mempelajari ilmu pengetahuan dan keterampilan yang mampu membantunya untuk bertahan hidup di dalam masyarakat, seperti misalnya kemampuan berhitung. Tetapi, selain pengetahuan dan keterampilan, sejatinya ada hal yang lebih utama dari 2 hal tersebut, yaitu etika atau moralnya sebagai manusia yang sesungguhnya. Kaitannya dengan materi kali ini yaitu di mana seorang manusia yang menjadi pemimpin harus memiliki kemampuan dalam beretika dan bermoral yang baik. Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dala...

Koneksi Antar Materi Modul 2.2 - Pembelajaran Sosial-Emosional

sumber: www.slideshare.net Pada modul kali ini bahasan yang dijabarkan yaitu mengenai pembelajaran sosial dan emosional (PSE). Secara garis besar hal-hal yang dipelajari antara lain menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman agar seluruh individu di sekolah dapat meningkatkan kompetensi akademik dan kesejahteraan psikologis ( well-being ) secara optimal; mengembangkan 5 kompetensi sosial dan emosional yang terdiri dari kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan Keputusan yang bertanggung jawab; pemahaman mengenai konsep kesadaran penuh ( mindfulness ) sebagai dasar pengembangan 5 kompetensi sosial emosional (KSE); dan implementasi pembelajaran sosial emosional di kelas dan sekolah melalui 4 indikator, yaitu pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktik mengajar guru dan kurikulum akademi, penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah, dan penguatan pembelajaran sosial emosional pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di sekolah.