Langsung ke konten utama

The Moon (2023): Resensi

Sumber: Liputan6.com

Data film:

Judul : The Moon

Sutradara: Kim Yong-hwa

Tahun produksi : 2023

Rumah produksi : CJ ENM

Durasi : 129 menit

Pemain : Doh Kyung-soo, Sol Kyung-gu, Kim Hee-ae, Hong Seung-hee, Kim Rae-won

Siapa yang udah nonton pilem fantasi luar angkasa satu ini? Hayo cung tangannya?! Trus, gimana menurut kalian pilem yang satu ini? Kerasa ga sensasi kek lagi di bulannya? Btw, jujur nih ya, pilem satu ini emang udah aku nantikan banget. Pas baru tau aktornya nerima tawaran pilem ini aja, udah penasaran banget kek gimana hasilnya. Eh-eh-eh, emang hasilnya top sih kalo kata aku mah. Kalo gitu, yuk lah dibaca opini dan komen pribadi aku tentang pilem satu ini.

Film ini dibintangi oleh seorang idol yang nyatanya cakep bener aktingnya pun! Mana suaranya bagus banget pula kalo lagi nyanyi. Udah paket lengkap dan aku suka ⌣  Okey, abaikan dulu penilaian pribadiku terhadap aktornya yang multitalenan itu :D

Film yang mengambil latar suasana di bulan ini menceritakan tentang seorang astronot Korea yang mengemban misi khusus dari negaranya. Sebenarnya, sudah pernah pula dilakukan pengiriman awak ke bulan 5 tahun sebelumnya. Namun sayangnya, karena adanya kendala pada pesawat antariksa yang digunakan, penerbangan tersebut gagal dan memakan korban. Hingga NASA tidak memberikan izin dan memboikot Korsel untuk bergabung dalam misi lanjutan. 

Pada misi kedua ini, salah satu awak berangkat adalah Hwang Seon-woo (Doh Kyung-soo), yang notabene merupakan anak dari Hwang Kyu-tae, salah satu anggota tim pemberangkatan pertama yang gagal. Ayah Hwang Seon-woo memilih bunuh diri atas kegagalan misi tersebut dan juga rasa bersalah yang dipendamnya. 

Hwang Seon-woo awalnya tidaklah pergi sendirian. Ia pergi bersama dua rekan lainnya yang justru tidak bisa selamat saat mereka melakukan perbaikan pesawat ketika sudah hampir mencapai bulan. Salah satu rekannya berpesan untuk meneruskan misi yang telah diterimanya meskipun harus melakukannya sendirian. 

Hwang Seon-woo sebenarnya sudah berhasil mendapatkan sampel yang akan dibawanya pulang kembali ke Bumi. Sayangnya terjadi hujan meteor yang menghantam bulan yang membuatnya justru sempat terisolasi di sana. Mengetahui hal tersebut, tim pemandu yang berada di Bumi memanggil Jae-guk (Sol Kyung-gu) yang merupakan kepala instruktur penerbangan antariksa sebelumnya untuk membantu kepulangan Seon-woo ke Bumi.

Film yang memiliki durasi sekitar 129 menit ini bener-bener membuat penonton kayak berasa lagi main roller coaster. Ada kalanya dibuat menjerit takut, sedih sampe nangis, tapi bisa juga ngakak ketawa. Sedang aku sendiri aja selama nonton ga bisa diem. Rasa serba salah aja itu posisi duduk.

Kalo mau dikomen lebih lanjut, film ini memang ditayangkan versi 2D aja. Tapi kalo ga salah, di negaranya ada disiapin versi 4D apa berapa gitu. Nonton yang versi 2D aja udah berasa masuk beneran ke film, apalagi kalo bener 4D. Wih, ga kebayang gimana rasanya ngeliat ledakan hujan meteor itu secara lebih nyata.

Film The Moon ini menghabiskan anggaran yang fantastis loh, Teman! Sekitar 28 Milliar Won. Mereka membuat set tempat yang bener-bener selayaknya lagi ada di Bulan, belum lagi mobil yang digunakan oleh Seon-woo ketika berkeliling mencari lokasi di bulan, juga beneran ada. Ditambah lagi penggunaan CGI dalam proses editingnya, emang ga main-main deh film yang diproduksi sama sutradara Kim Yong-hwa ini.

Cumaaaaa.... Pagi ini aku kaget pas liat highlight berita yang ngasih tau kalo film ini malah masuk dalam kategori produk gagal tahun 2023! Oh what?! Netizen K yang budiman mengatakan bahwa cerita film ini terlalu mudah ditebak. Ya emang sih, kalo dipikir ulang, cerita ini tuh happy ending, si astronot yang terdampar akhirnya bisa pulang ke Bumi setelah adanya tim NASA yang diterbangkan untuk membantunya. Tapi tapi tapi.... ceritanya ga se-flat itu kok! Ada banyak bumbunya kok sebelum pada akhirnya semua berakhir indah T..T

Ya sudahlah, yang namanya netizen itu emang paling gampang memvonis sesuatu. Makanya kan ada istilah netizen itu maha benar! Padahal kalo akunya sendiri nih ya, bener-bener usaha banget buat bisa nonton ini pilem a.k.a sangat menantikan! Mulai dari ngecek kapan jadwal pilem ini landing di Indonesia sampai akhirnya beneran tayang di kotaku tercintah, belum lagi ngubek-ngubek dimana bioskop yang nayanginnya, sampe nyari jadwal yang pas buat nonton. Segitunya, ckckckkk.......

Yah sekian perjuangan dan resensi singkat soal film fenomenal versi aku tahun ini. Kalo menurut kamu, gimana? Yuk saling berbagi di kolom komentar ya! (melde)



 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Izinkan saya Patrisia Merly, S.Pd. untuk berbagi kepada teman-teman guru hebat semua mengenai materi yang saya peroleh dalam kegiatan Pendidikan Guru Penggerak (PGP).  Kita sering mendengar kata ‘pengajaran’ dan ‘pendidikan’. Secara umum, banyak yang menganggap bahwa ini adalah dua hal yang sama. Namun nyatanya, dua kata tersebut pada dasarnya memang memiliki arti berbeda. Pengajaran sendiri masuk dalam lingkup pendidikan, maksudnya pengajaran adalah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah untuk hidup anak-anak, baik itu secara lahir maupun batin. Sedangkan pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya yaitu pendidikan menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Koneksi Antar Materi - Modul 1.3

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Rekan guru semua, kali ini saya akan menjabarkan mengenai penugasan untuk modul 1.3 yaitu Koneksi Antar Materi (KAM) 1.3. Pada bagian ini, CGP diminta untuk merefleksikan dan mengaitkan pemahaman antar modul  yang telah dipelajari hingga kini, dengan merespon pertanyaan berikut ini:

Refleksi Dwi Mingguan - 4: Model 4C (Connection, Challenge, Concept, Change)

Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Kembali bertemu dengan penugasan jurnal refleksi dwi mingguan. Pada sesi kali ini, saya tertarik mencoba salah satu model dari 9 model yang disajikan untuk mengerjakan tugas refleksi dwi mingguan ini. Model yang saya ambil yaitu model 4C ( Connection, Challenge, Concept, Change ). Sebagai alat bantu pengerjaan, akan saya tampilkan pertanyaan-pertanyaan pemandunya. 1)         Connection : Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru Penggerak? Keterkaitan materi yang saya dapatkan pada modul 1.4 merupakan hal yang sangat positif bagi saya sebagai seorang Calon Guru Penggerak. Pada materi budaya positif ini, banyak hal keliru yang sebelumnya saya ketahui justru bisa diluruskan pemahamannya setelah mempelajarinya di modul ini. Maka dari itu, sebagai Calon Guru Penggerak sangat perlu mendapatkan materi yang disajikan di modul 1.4.   2)     ...