Langsung ke konten utama

Wisata Patah Hati

dok. Meldepuratum

Ada banyak alasan mengapa seseorang melakukan kegiatan wisata dalam hidupnya. Entah itu memang suatu kegiatan terjadwal, bahkan sebagian ada pula yang mengatakan itu hanya suatu ketidaksengajaan. Ada pula yang meniatkannya sebagai upaya untuk me-refresh diri, tapi ada pula yang sengaja berwisata untuk melarikan diri dari masalah. Seperti sebuah buku yang pernah aku baca. Trave(love)ing. Sebuah karya dari beberapa penulis yang melakukan kegiatan wisata untuk alasan menyembuhkan patah hati. Sebuah buku yang seru. Seperti sedang membaca jurnal harian mereka saja. Belum lagi bahasa yang digunakan sangat ringan.

Bila dipikir-pikir lagi, rasanya aku juga pernah melakukan hal yang sama seperti mereka. Berharap dengan melakukan kegiatan wisata dapat membantu memulihkan suasana hati. Cukup ampuh sebenarnya, tapi hanya dalam hitungan waktu yang sangat singkat. Tak benar-benar dapat memberikan kesembuhan. Meskipun sudah berkumpul bersama dengan teman-teman, melakukan aktivitas yang menyenangkan, tapi ada kalanya justru tetap saja terbayang-bayang mantan.

Perjalanan wisata yang justru malah jadi tidak berfaedah. Ragamu berkata bahwa kau harus menikmati detail perjalanan yang ada, sedangkan pikiranmu justru berkelana jauh entah kemana. Lalu, apakah kamu juga pernah punya pengalaman yang serupa?

#tantanganmenulis21hari

#tantanganedisiJuli-Agustus

#14wisata


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Izinkan saya Patrisia Merly, S.Pd. untuk berbagi kepada teman-teman guru hebat semua mengenai materi yang saya peroleh dalam kegiatan Pendidikan Guru Penggerak (PGP).  Kita sering mendengar kata ‘pengajaran’ dan ‘pendidikan’. Secara umum, banyak yang menganggap bahwa ini adalah dua hal yang sama. Namun nyatanya, dua kata tersebut pada dasarnya memang memiliki arti berbeda. Pengajaran sendiri masuk dalam lingkup pendidikan, maksudnya pengajaran adalah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah untuk hidup anak-anak, baik itu secara lahir maupun batin. Sedangkan pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya yaitu pendidikan menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Koneksi Antar Materi - Modul 1.3

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Rekan guru semua, kali ini saya akan menjabarkan mengenai penugasan untuk modul 1.3 yaitu Koneksi Antar Materi (KAM) 1.3. Pada bagian ini, CGP diminta untuk merefleksikan dan mengaitkan pemahaman antar modul  yang telah dipelajari hingga kini, dengan merespon pertanyaan berikut ini:

Refleksi Dwi Mingguan - 4: Model 4C (Connection, Challenge, Concept, Change)

Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Kembali bertemu dengan penugasan jurnal refleksi dwi mingguan. Pada sesi kali ini, saya tertarik mencoba salah satu model dari 9 model yang disajikan untuk mengerjakan tugas refleksi dwi mingguan ini. Model yang saya ambil yaitu model 4C ( Connection, Challenge, Concept, Change ). Sebagai alat bantu pengerjaan, akan saya tampilkan pertanyaan-pertanyaan pemandunya. 1)         Connection : Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru Penggerak? Keterkaitan materi yang saya dapatkan pada modul 1.4 merupakan hal yang sangat positif bagi saya sebagai seorang Calon Guru Penggerak. Pada materi budaya positif ini, banyak hal keliru yang sebelumnya saya ketahui justru bisa diluruskan pemahamannya setelah mempelajarinya di modul ini. Maka dari itu, sebagai Calon Guru Penggerak sangat perlu mendapatkan materi yang disajikan di modul 1.4.   2)     ...