![]() |
| dok. Meldepuratum |
Ada banyak alasan mengapa seseorang melakukan kegiatan wisata dalam hidupnya. Entah itu memang suatu kegiatan terjadwal, bahkan sebagian ada pula yang mengatakan itu hanya suatu ketidaksengajaan. Ada pula yang meniatkannya sebagai upaya untuk me-refresh diri, tapi ada pula yang sengaja berwisata untuk melarikan diri dari masalah. Seperti sebuah buku yang pernah aku baca. Trave(love)ing. Sebuah karya dari beberapa penulis yang melakukan kegiatan wisata untuk alasan menyembuhkan patah hati. Sebuah buku yang seru. Seperti sedang membaca jurnal harian mereka saja. Belum lagi bahasa yang digunakan sangat ringan.
Bila
dipikir-pikir lagi, rasanya aku juga pernah melakukan hal yang sama seperti
mereka. Berharap dengan melakukan kegiatan wisata dapat membantu memulihkan
suasana hati. Cukup ampuh sebenarnya, tapi hanya dalam hitungan waktu yang
sangat singkat. Tak benar-benar dapat memberikan kesembuhan. Meskipun sudah
berkumpul bersama dengan teman-teman, melakukan aktivitas yang menyenangkan, tapi
ada kalanya justru tetap saja terbayang-bayang mantan.
Perjalanan
wisata yang justru malah jadi tidak berfaedah. Ragamu berkata bahwa kau harus
menikmati detail perjalanan yang ada, sedangkan pikiranmu justru berkelana jauh
entah kemana. Lalu, apakah kamu juga pernah punya pengalaman yang serupa?
#tantanganmenulis21hari
#tantanganedisiJuli-Agustus
#14wisata

Komentar
Posting Komentar