Langsung ke konten utama

Tugu Kujangku sayang, Tugu Kujangku ...

dok. Meldepuratum

Kalo boleh jujur, belum puas sebenernya buat menghabiskan waktu di kota itu. Hanya ada waktu sekitar 3 hari saja. Berlibur dengan sangat singkat. Baru keliling sekali jalan, tau-tau sudah harus kembali ke kandang.

Hari itu, wajib hukumnya untuk berkeliling meskipun hanya satu putaran. Jadilah akhirnya pergi dari rumah dengan tekad yang bulat buat jalan pagi –tapi nyatanya sudah kesiangan- keliling Kebun Raya Bogor.

Di hari sebelumnya, sudah ada niat kompakan bareng ponakan serta kakak tersayang buat jalan bareng menikmati kembali suasana Bogor. Bagiku, sudah terlalu lama aku tidak merasakan hiruk pikuk kota hujan ini. Penasaran, apa mungkin jumlah angkotnya udah berkurang atau malah semakin bertambah sejak adanya transportasi online. Kalo diperhatikan lagi, sepertinya hanya berpengaruh sedikit saja. Nyatanya, masih cukup banyak angkot yang berseliweran. Meskipun untuk data valid, mungkin harus bertanya ke Dinas Perhubungan mengenai jumlah angkot yang beroperasi di kota itu.

Perjalanan yang dilalui kali ini, sepertinya sudah hampir mencapai garis finish. Mungkin, sudah sekitar tiga per empat area Kebun Raya dikelilingi. Dimulai dari pintu 3 KRB yang letaknya bersebrangan dengan Plaza Pangrango, terus menyusuri jalan ke arah lapangan Sempur, trus mendaki menuju ke arah kantor POS.

Berhubung sebelum berangkat tadi tenaga belum diisi dengan maksimal, jadilah berhenti di kantin yang berada pas di depan pintu 2 KRB. Pintu itu sendiri sudah lama tidak dibuka. Apalagi semenjak pandemi melanda. Judulnya mau bakar lemak, tapi kenyatannya menimbun lemak kembali. Ah sudahlah!

Berbeda dengan perjalanan di awal yang lebih banyak harus menahan badan supaya jangan jatuh berguling-guling, kali ini jalur tempuhnya sedikit berat karena harus menapaki jalur mendaki. Hingga akhirnya mengambil napas sejenak di pertigaan Tugu Kujang.

Maklum, namanya juga pelancong. Sifat udiknya merayap ke ubun-ubun. Ambil posisi, arah gaya kiri-kanan, kamera mulai beraksi. Sudah tak peduli lagi dengan padatnya lalu lintas yang ada, tak peduli pula dengan berpuluh pasang mata yang melihat ke arah model dadakan pinggir jalan. Alasannya hanya satu, “Kan gue udah lama ga ke sini. Boleh dong dokumentasi dikit.” Anak pintar!

Sayangnya, Tugu Kujang tak lagi menjadi monumen ‘gagah’ kota Bogor. Sebuah bangunan tinggi menjulang menutupi aura garangnya. Semasa aku tinggal di sana dulu, bangunan itu belum ada. Setelah belasan tahun tak tinggal lagi dan tak sempat pula berkunjung, ternyata inilah sesuatu yang telah mengubah kota hujan ini dengan sangat kentara. Bukan jumlah angkotnya, tapi keagungan Tugu Kujang yang kalah saing tertutupi bangunan tinggi menjulang tepat dihadapannya.

#tantanganmenulis21hari

#tantanganedisiJuli-Agustus

#1jalan

#KKKreatifWritersClub

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Izinkan saya Patrisia Merly, S.Pd. untuk berbagi kepada teman-teman guru hebat semua mengenai materi yang saya peroleh dalam kegiatan Pendidikan Guru Penggerak (PGP).  Kita sering mendengar kata ‘pengajaran’ dan ‘pendidikan’. Secara umum, banyak yang menganggap bahwa ini adalah dua hal yang sama. Namun nyatanya, dua kata tersebut pada dasarnya memang memiliki arti berbeda. Pengajaran sendiri masuk dalam lingkup pendidikan, maksudnya pengajaran adalah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah untuk hidup anak-anak, baik itu secara lahir maupun batin. Sedangkan pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya yaitu pendidikan menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Rangkuman Materi Modul 3.1 (Koneksi Antar Materi)

Bacalah kutipan ini dan tafsirkan apa maksudnya: “Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik” (Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best). Bob Talbert Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini? Hal yang saya pelajari dari kutipan tersebut adalah kita diingatkan bahwa seorang anak memang perlu mempelajari ilmu pengetahuan dan keterampilan yang mampu membantunya untuk bertahan hidup di dalam masyarakat, seperti misalnya kemampuan berhitung. Tetapi, selain pengetahuan dan keterampilan, sejatinya ada hal yang lebih utama dari 2 hal tersebut, yaitu etika atau moralnya sebagai manusia yang sesungguhnya. Kaitannya dengan materi kali ini yaitu di mana seorang manusia yang menjadi pemimpin harus memiliki kemampuan dalam beretika dan bermoral yang baik. Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dala...

Koneksi Antar Materi - Modul 1.3

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Rekan guru semua, kali ini saya akan menjabarkan mengenai penugasan untuk modul 1.3 yaitu Koneksi Antar Materi (KAM) 1.3. Pada bagian ini, CGP diminta untuk merefleksikan dan mengaitkan pemahaman antar modul  yang telah dipelajari hingga kini, dengan merespon pertanyaan berikut ini: