Ceritanya nih ya, ga sengaja masuk dalam grup menulis gitu karna tertarik ngeliat salah satu info webinar. Jadilah dengan suksesnya mengikuti kegiatan yang ada trus masuk dalam WAG. Eh ga taunya, ada tantangan menulis yang diadain sama pengelolanya. Kalo ga salah, tantangan 21 hari menulis selama 10 menit setiap hari. 10 menit doang kan ya dikasih kesempatan menulis dari total waktu 24 jam sehari. Dan hasilnya... jeng.. jenggg... aku cuma bisa ngikutin 11 hari aja. Oiya lupa, tiap hari itu ditentuin temanya dan beda-beda.
Jadi ceritanya lagi nih, karna takut itu tulisan hilang ga berbekas karna kadang-kadang akunya suka terlalu lincah ngebersihin isi memori hp, mending dipindahin aja itu tulisan ke sini. Satu tulisan yang ada sebenernya udah simpanan lama, sedangkan sisanya emang ditulis baru sesuai dengan waktu yang ditentukan. Biasalah ya, the power of kepepet :D
#1 bersyukur/syukur
Menurutmu,
Rasa syukurku masih terlalu kerdil dan sempit
Katamu,
Harusnya aku meluaskan hati dan melapangkan dada
Bagimu,
Anugerah hari ini yang diberikan untukku, belum
memenuhi hasrat
Pertanyaanku,
Apa batas standar bersyukur untuk dirimu sendiri?
#2 memilih
Ketika pertama kali kau lahir ke dunia
Kau tak dapat memilih dari rahim siapa kau dilahirkan,
keluarga seperti apa yang nantinya akan
membimbingmu menghadapi kehidupan di dunia, dan
banyak hal lain yang tak dapat kau pastikan sendiri
Hidupmu pada akhirnya bergantung pada pilihanmu
sendiri
#3 sahabat
Sebelumnya,
Kita sering berjalan beriringan membuat yang lain iri
saat melihat
Pada masanya,
Tanpa aba-aba, kamu mengerti suara hati dan gelagat
tipis yang terungkap
Hingga akhirnya,
Aku tak tau lagi apa itu arti sahabat
#4 berbagi
Dalam benakmu,
Kau ingin merasakan indahnya kebebasan
Dalam bayangmu,
Semuanya sempurna bila dapat digenggam
Namun sayangnya,
Kau terlalu egois untuk memilikinya sendiri
Tak ada secuil pun hasrat untuk berbagi
Bahagiamu justru menjadi petaka bagi sekitarmu
#5 memaafkan/maaf
Untuk cerita yang telah berlalu
untuk janji yang telah terucap
dan segala ketidakmungkinan guna mewujudkannya
Sebuah kata tak bisa mewakili keadaan
Kata sakti menurut mereka
Baiklah, biar samar tetap aku dengar
Meski itu terbawa pula oleh angin disekitarnya
"Maaf!"
Bisikmu tanpa ada rasa ikhlas
#6 harapan
(-)
#7 Ibu/mama
(-)
#8 prestasi/pencapaian
(-)
#9 kegagalan
(-)
#10 aku
Terima kasih, aku
Untuk kerja sama yang telah terjalin
sejak kita hadir ke dunia
Terima kasih, aku
Jangan lupa untuk tetap mewaraskan diri
di kala gempuran menghantam dari berbagai sisi
Terima kasih, aku
Jiwa dan raga harus tetap bersatu
#11 bahagia
Apa itu bahagia?
Benarkah uang sebagai sumber kebahagiaan?
Atau mungkin seperti kata orang-orang muda,
"Bersama dengan orang yang kau cinta akan terus
membawaku dalam kebahagiaan yang hakiki."
Benar begitukah?
Terlalu sempit bila hanya harta dan cinta yang
kau sebut sebagai sumber kebahagiaan
Tanamkan dalam dirimu
Bahagia tak hanya sebatas itu
#12 keberanian
(-)
#13 kenangan
Sel-sel otak tengah bekerja keras
Memilah dan memilih memori kenangan
Mana yang harus dipertahankan,
dipertimbangkan untuk dibuang,
bahkan bimbang di antara dua keadaan
Sayangnya, ada yang tak rela
Hati berkata lain,
"Simpan saja. Bila kenangan itu telah penuh menumpuk,
pasti nanti akan ada yang rela untuk pamit dengan sendirinya."
#14 istimewa
(-)
#15 kejujuran
(-)
#16 rumah
(-)
#17 ujian
(-)
#18 lupa
Bukan hal yang mudah untuk
melupakan cerita yang telah
terjadi
Apakah cerita itu manis bahkan
sesuatu yang sangat
menyakitkan
Sel-sel memori di dalam otak
terlalu baik untuk menyimpan
semuanya
Karena mereka tak ingin bila
pada akhirnya yang terucap dari
mulut ketika ditanyakan akan
semua hal adalah lupa
#19 ayah/papa
(-)
#20 cinta
Bukan!
Ini bukan tentang cinta
Yang membahagiakan lalu memabukkan
Bukan pula soal sayang
Yang mendalam dan berakar
Ini masih tentang rasa
Entah itu luka atau sejenis kecewa
Ini masih perkara hati
Tergores tipis, tersayat manis
Ini masih soal rasa
Membekas,
Tapi jangan timbulkan dendam
#21 bisa/mampu
(-)
Nah, naaaah, keliatan dong gimana ketidakkonsistenan aku? >.<
Dapat jatah 10 menit dari 24 jam aja ga bisa dimanfaatkan untuk semaksimal mungkin buat menulis. Padahal, kalo diliat-liat, temanya juga ga susah-susah amat. Cuma otak sama jari-jari aja yang ga bisa diajak kerja sama buat nulis (halah, pake nyalah-nyalahin segala -_-)
Kali ada yang mau melengkapi kekosongan di atas? Melengkapi kekosongan hati juga bolehhhh... #eeeaaaaaaa
Komentar
Posting Komentar