Langsung ke konten utama

Semua hal, bisa!

dok. Meldepuratum

Ngobrolin tentang motivator atau inspirator, jujur, aku tak punya sosok khusus mengenai hal ini. Bagiku, siapa pun bahkan apapun itu (bisa berupa barang sekalipun) bisa saja memberikan inspirasi.

“Ih, kok bisa gitu?”

Ya bisa ajalah! Emangnya setiap orang harus disamaratakan apa!

Umumnya, orang-orang menjadikan orang tua, teman, sahabat, atau idolanya sebagai sumber inspirasi atau pemberi motivasi. Ya sah-sah saja. Tapi, seperti  yang telah aku sebutkan di awal, khusus bagi diri ini, tak berlaku demikian.  

Melihat seekor semut yang telah berhasil membawa sepotong kecil makanan menuju sarangnya saja, aku sudah bisa termotivasi. Bagaimana tidak. Melihat ukuran makanan yang lebih besar dari tubuhnya, semut tidak patah semangat untuk menggendongnya sampai ke sarang. Sepele bukan? Tapi, hal yang demikian bisa memotivasi kalian yang tengah merasa putus asa. Masa iya kalah dari semut?

Bila ditinjau lebih lanjut, mungkin memang benar orang-orang terdekat merupakan motivator terbaik kita. Tapi sekali lagi, untukku sendiri, apapun yang ada disekitarmu sebenarnya bisa menjadi sumber inspirasi bagi hidup kalian. Sebab, Tuhan sudah terlalu baik menyiapkan semuanya untuk kebahagiaan umat-Nya.

#tantanganmenulis21hari

#tantanganedisiJuli-Agustus

#4motivator/inspirator


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Izinkan saya Patrisia Merly, S.Pd. untuk berbagi kepada teman-teman guru hebat semua mengenai materi yang saya peroleh dalam kegiatan Pendidikan Guru Penggerak (PGP).  Kita sering mendengar kata ‘pengajaran’ dan ‘pendidikan’. Secara umum, banyak yang menganggap bahwa ini adalah dua hal yang sama. Namun nyatanya, dua kata tersebut pada dasarnya memang memiliki arti berbeda. Pengajaran sendiri masuk dalam lingkup pendidikan, maksudnya pengajaran adalah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah untuk hidup anak-anak, baik itu secara lahir maupun batin. Sedangkan pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya yaitu pendidikan menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Rangkuman Materi Modul 3.1 (Koneksi Antar Materi)

Bacalah kutipan ini dan tafsirkan apa maksudnya: “Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik” (Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best). Bob Talbert Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini? Hal yang saya pelajari dari kutipan tersebut adalah kita diingatkan bahwa seorang anak memang perlu mempelajari ilmu pengetahuan dan keterampilan yang mampu membantunya untuk bertahan hidup di dalam masyarakat, seperti misalnya kemampuan berhitung. Tetapi, selain pengetahuan dan keterampilan, sejatinya ada hal yang lebih utama dari 2 hal tersebut, yaitu etika atau moralnya sebagai manusia yang sesungguhnya. Kaitannya dengan materi kali ini yaitu di mana seorang manusia yang menjadi pemimpin harus memiliki kemampuan dalam beretika dan bermoral yang baik. Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dala...

Koneksi Antar Materi - Modul 1.3

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Rekan guru semua, kali ini saya akan menjabarkan mengenai penugasan untuk modul 1.3 yaitu Koneksi Antar Materi (KAM) 1.3. Pada bagian ini, CGP diminta untuk merefleksikan dan mengaitkan pemahaman antar modul  yang telah dipelajari hingga kini, dengan merespon pertanyaan berikut ini: