![]() |
| dok. Meldepuratum |
Selamat pagi, Pantai Air Manis.
Hari itu, aku
titipkan semua keluh kesahku padamu.
Dengan segala
beban berat yang kupikul beberapa waktu.
Berharap dengan
mengunjungimu, semua menjadi lebih mudah.
Membiarkan beban
itu tersapu bersama kencangnya hantaman ombakmu.
Bawa saja dia
ke tengah, kemudian hempaskan dengan kuat hingga tenggelam.
Sayangnya,
kenyataan yang ada belum berpihak padaku.
Selamat pagi,
Pantai Air Manis.
Entah kapan
kita akan berjumpa lagi.
Apakah pada kesempatan
berikutnya, aku akan bertemu kamu untuk kembali membuang masalah atau malah
ingin mengukir sebuah cerita yang baru?
Semua masih
menjadi teka-teki.
Selamat pagi
kembali aku ucapkan.
Hari itu, kau
terlalu bersahabat dengan manusia penuh masalah ini.
Seolah-olah
desiran angin yang ada mencoba memeluk raga rapuh yang berdiri di bebatuan tepi
pantaimu.
Sinar mentarimu
pun masih berusaha kau tahan agar masih memberikan rasa teduh untuknya.
Selamat pagi,
Pantai Air Manis.
Hari itu, aku
pamit untuk kembali ke kenyataan yang sempat ditinggalkan sejenak.
Jangan lupa
berkunjung ke dalam mimpi.
Siapa tau,
saat aku terbangun, aku telah kembali berdiri di tepi pantaimu.
#tantanganmenulis
21hari
#tantanganedisiJuli-Agustus
#6pagi

Komentar
Posting Komentar