Langsung ke konten utama

Sama seperti kamu ...

 

dok. Meldepuratum

Lagi jalan-jalan, eh, trus ga sengaja liat lautan buku dengan bebasnya memenuhi area salah satu mal. Waduh, gawat! Alamak dompet ga bakalan selamat! Ini aku yang lagi kurang update sama info mengenai kegiatan bazar buku atau memang tim penyelenggaranya aja yang kurang promosi? Sepertinya opsi pertama yang lebih masuk akal. Secara, ga bakal mungkin bisa menyalahkan pihak penyelenggara karena promosinya yang kurang heboh. Lagian, mana mungkin mereka mau melewatkan kesempatan untuk menghabiskan stok barang mereka di gudang yang kemudian berganti dengan pundi-pundi uang? Ah, sudahlah.

Kembai ke topik. Buku. Kebetulan, sekali punya ponakan yang sedari kecil sudah dikenalkan dengan buku. Meskipun gawai tak lepas ditangan, tapi, ketika mereka sudah dihadapkan dengan lautan buku serupa itu, siapa juga yang tidak terayu? Jangan dia, aku pun tak sanggup menolak ;D

Banyak anak sekarang beralih membaca buku hasil cetakan menuju ke buku digital. Tak ada yang salah memang, toh intinya masih tentang membaca buku, hanya saja dalam bentuk yang berbeda. Jika ditanya mengapa tak lagi suka membaca buku cetak, jawabannya sudah pasti, “Ribet. Enakan yang digital. Bisa dibawa kemana-mana.” Padahal, versi buku yang cetak juga bisa dibawa kemana pun. Tapi, ya itu, tidak seringkas versi digital bila terkait penyimpanan. “Kalo buku digital kan bisa diliat dari HP aja.” Yap, sudah tertebak.

Selagi mereka masih berminat untuk membaca, secara pribadi, aku sendiri tak begitu memedulikan buku versi apa yang mereka pilih. Toh keduanya masih memberikan manfaat bagi si pembaca. Hanya saja, meskipun dianggap ribet oleh sebagian orang, rasanya membaca buku versi cetak memang lebih menyenangkan. Bisa menggenggamnya di tangan itu, rasanya luar biasa. Apalagi ketika kau ingat bagaimana perjuangan untuk memilikinya. Sebab suatu waktu, aku pernah punya pengalaman pergi keluar kota demi mendapatkan satu seri buku novel terjemahan favoritku. Kesannya seperti sangat berlebihan sekali. Tapi kalo yang namanya sudah suka, apapun pasti akan diusahakan. Iya, seperti usahamu yang harus menempuh puluhan ribu kilometer hanya untuk bertemu aku. Eh... >.<

#tantanganmenulis21hari

#tantangan edisiJuli-Agustus

#3buku

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Izinkan saya Patrisia Merly, S.Pd. untuk berbagi kepada teman-teman guru hebat semua mengenai materi yang saya peroleh dalam kegiatan Pendidikan Guru Penggerak (PGP).  Kita sering mendengar kata ‘pengajaran’ dan ‘pendidikan’. Secara umum, banyak yang menganggap bahwa ini adalah dua hal yang sama. Namun nyatanya, dua kata tersebut pada dasarnya memang memiliki arti berbeda. Pengajaran sendiri masuk dalam lingkup pendidikan, maksudnya pengajaran adalah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah untuk hidup anak-anak, baik itu secara lahir maupun batin. Sedangkan pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya yaitu pendidikan menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Rangkuman Materi Modul 3.1 (Koneksi Antar Materi)

Bacalah kutipan ini dan tafsirkan apa maksudnya: “Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik” (Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best). Bob Talbert Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini? Hal yang saya pelajari dari kutipan tersebut adalah kita diingatkan bahwa seorang anak memang perlu mempelajari ilmu pengetahuan dan keterampilan yang mampu membantunya untuk bertahan hidup di dalam masyarakat, seperti misalnya kemampuan berhitung. Tetapi, selain pengetahuan dan keterampilan, sejatinya ada hal yang lebih utama dari 2 hal tersebut, yaitu etika atau moralnya sebagai manusia yang sesungguhnya. Kaitannya dengan materi kali ini yaitu di mana seorang manusia yang menjadi pemimpin harus memiliki kemampuan dalam beretika dan bermoral yang baik. Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dala...

Koneksi Antar Materi - Modul 1.3

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Rekan guru semua, kali ini saya akan menjabarkan mengenai penugasan untuk modul 1.3 yaitu Koneksi Antar Materi (KAM) 1.3. Pada bagian ini, CGP diminta untuk merefleksikan dan mengaitkan pemahaman antar modul  yang telah dipelajari hingga kini, dengan merespon pertanyaan berikut ini: