![]() |
sumber: mydramalist.com |
Sutradara :
Jung Jung Hwa
Genre : Komedi romantis
Jumlah episode :
6
Tahun tayang : 2016
Jaringan penayangan : Naver TV
Durasi : 14 menit
Pemain :
Kai EXO, Park Eun Bin, Yun Joon Suk, Lee Il Hwa, Kim Young Hee
Akhirnyaaaa... kembali menulis untuk menghibah soal drama. Beberapa waktu terlalu betah memelihara rasa malas untuk sekedar berbincang mengenai ini. Baiklah! Drama yang satu ini sebenernya udah diproduksi cukup lama yaitu di tahun 2016. Pertanyaannya, mengapa stok lama kok baru dibahas sekarang? Maapkan ya sodara-sodari semua. Terkadang, mengenang yang telah lalu itu terlalu menyenangkan. Asalkan bukan ngebahas soal mantan aja. Itu kayaknya harus ditutup rapat-rapat, ga perlu disentil ulang!
Beberapa waktu kemarin, aku lagi
usil bener nyari-nyari judul drama apa aja yang dibintangi sama anak-anak
boyband kenamaan, EXO. Ternyata, ada beberapa anggotanya yang cukup aktif ya,
Bun, di dunia perdramaan. Nah, kali ini kita bahas salah satu drama yang judulnya
Choco Bank yang dibintangi oleh Kai EXO.
Kalo denger dari judul dramanya
itu ya, agak bikin salah kaprah. Awalnya, aku pikir, drama ini akan cerita soal
sebuah bank yang bukannya tempat menyimpan uang, tapi malah menyimpan coklat. Istilahnya
tuh, kayak tempat deposito tapi khusus coklat. Ngawur banget kan ya imajinasi
saya -_-
Ternyata eh ternyata, antara
judul dan karakter yang ada pada pemainnya, nyambung baanget. Yang satu adalah pecinta
coklat, yang satu lagi ternyata punya kemampuan di dunia perbankan. Terus ketemu
tanpa sengaja, terus selanjutnya malah saling kerjasama. Dan ujung terakhirnya,
udah tau kan lah ya, pasti ada aroma cinta dong ya!
Jadi nih, ada si Kim Eun Haeng (Kai
EXO) yang merupakan sarjana dengan latar pendidikan dibidang keuangan. Namanya pun
juga ga jauh-jauh dari itu. Ayahnya sepertinya punya mimpi agar anaknya kelak
bekerja dibidang itu. Tapi sayangnya, setelah lulus, Eun Haeng tak kunjung
mendapatkan pekerjaan. Sejak ayahnya meninggal, ia pun semakin merasa tertekan
untuk bisa mewujudkan harapan orang tuanya. Beberapa waktu terakhir, Eun Haeng
pun pergi pagi dari rumah seolah akan berangkat bekerja. Padahal, setelah
sekian banyak surat lamaran pekerjaan yang dikirimkannya, belum ada satu pun
kabar baik yang diterimanya.
Sampai akhirnya, tanpa sengaja ia
bertemu dengan Ha Cho Co (Park Eun Bin) si perempuan coklat. Setelah pertemuan
itu, akhirnya mereka bekerja bersama. Eun Haeng menjadi konsultan keuangan bagi
pelanggan yang berkunjung ke kafe coklat milik Ha Cho Co. Asyik bener ga tuh,
sambil nongki ama temen, minum coklat panas, ngemil kue coklat, terus bisa
konsultasi gratis pula seputar keuangan dengan seorang konsultan yang cakep
pula. Bonusnya banyak amat kan yak?
Namun sayangnya, pekerjaan yang
beberapa waktu telah dilakoni oleh Eun Haeng, tak disetujui oleh ibunya. Ibunya
bersikeras agar anaknya bekerja sebagai bankir, bukan sekedar konsultan
keuangan biasa. Karena telah dibohongi oleh sang anak, si ibu pun jatuh sakit. Untuk
membantu membahagiakan ibunya, Eun Haeng pun akhirnya bekerja sesuai dengan
keinginan orang tuanya.
Sejak Eun Haeng tak lagi menjadi
konsuktan keuangan di kafe Ha Cho Co, omset penjualan kafenya pun menurun
drastis. Ha Cho Co kembali mencoba menjajakan dagangannya dipinggir jalan. Meskipun
Ha Cho Co pernah diajarin Eun Haeng cara mempromosikan dagangannya via online, sayanganya dia bukanlah orang
yang mengerti dengan teknologi alias kudet.
Sudahlah kafenya sepi, hati Ha
Cho Co pun ternyata juga berasa hampa sejak Eun Haeng tak lagi ada bersamanya. Aduh,
aduuh, ibarat kata pepatah, “sudah jatuh, tertimpa tangga”. Sedihnya berlipat
ganda.
Balik lagi ke Eun Haeng. Setelah setahun
bekerja di bank, nyatanya tak membuat dia bahagia. Hal itu pun disadari oleh
ibunya. Sang ibu tak lagi bisa melihat senyum dan tawa yang tulus dari si anak.
Berbeda ketika ia sempat melihat anaknya sebagai konsultan keuangan gratis di
kafe Choco Bank milik Cho Co, Eun Haeng begitu manis dan tanpa beban. Akhirnya,
demi kebahagiaan sang anak, ia mengalah. Tak lagi mau memaksakan kehendak. Ia menyerahkan
pilihan ke pada si anak untuk menjalani kehidupan seperti apa yang ia mau,
bukan seperti apa yang dirinya mau. Eun Haeng pun kembali memilih menjadi
konsultan keuangan gratis di Choco Bank dan menjalani cinta dengan si pemilik
kafe.
Yap! Ceritanya sih sebenernya
ringan banget. Konfliknya ga terlalu banyak. Puncak konflik bisa dibilang saat
Eun Haeng ketahuan oleh ibunya bekerja di kafe coklat, bukan di bank seperti
yang ia katakan. Ada sedikit pesan yang bisa kita ambil dari drama yang satu
ini. Pertama, yang terasa banget itu dari ibunya si Eun Haeng. Udah bukan
rahasia umum lagi kalo orang tua pengen anaknya punya pekerjaan yang baik
sehingga juga memiliki pendapat yang baik pula. Zaman sekarang gitu loh! Denger
anak orang kerja di kantor mana dengan jabatan apa, pasti mak-bapaknya ikutan
bangga. Trus mulailah berkoar kemana-mana kalo anaknya kerja di sini, sebagai
ini. Duh, mak zaman now banget! Tapi,
jangan sampai apa yang prestisius itu malah membuat orang lain ga nyaman dan ga
bahagia, meskipun itu anak sendiri. Kasian kali, Bu, Pak. Pasti mereka punya
keinginan tersendiri untuk menjalani hidup.
Kedua, aku suka banget karakter
dari Ha Cho Co. Meskipun sedari kecil hidupnya ga terlalu menyenangkan, tapi
dia ingin orang lain justru bisa hidup dengan bahagia. Salah satunya dengan
memakan coklat buatannya. Seperti yang kita tau, coklat itu memiliki senyawa
yang bisa membantu melepaskan hormon bahagia di dalam tubuh. Tuh, baek banget
dah si Ha Cho Co mah.
Yang ketiga, di drama ini, kita
kayak disuruh buat melek sama sistem keuangan yang makin berkembang. Udah ga
zamannya lagi kita ke bank itu cuma buat urusan nabung sama cari pinjaman uang
doang. Cara konvensional itu udah harus di upgrade.
Mobile banking udah wara-wiri,
internet banking juga gitu. Jadi, ga
rugi ldeh buat nonton drama yang satu ini. Bisa cuci mata sekalian dapet ilmu juga.
(mede)

Komentar
Posting Komentar