Langsung ke konten utama

Masihkah ada ruang dihatimu?

dok. Meldepuratum
"Apakah ruang kosong di hatimu sudah bisa menerima kehadiran penghuni baru?" 
 Asoka terbelalak membaca sebuah pesan WA yang masuk. Setelah seharian berjibaku dengan beberapa agenda pekerjaan yang cukup padat di hari ini, Asoka benar-benar merasa kaget setelah membaca pesan yang masuk. 
"Ah, apalagi ini," keluhnya. 
Asoka mengabaikan sejenak pesan tersebut. Ia lebih memilih untuk menenangkan diri sejenak karena tubuhnya terlalu lelah. 
Asoka kembali membaca ulang pesan tersebut. Ia masih tak habis pikir. Orang ini masih saja gigih untuk mencoba masuk ke dalam kehidupannya. Sedangkan Asoka sendiri masih belajar menata hati setelah kegagalannya untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Asoka trauma. 
Lelaki ini sangat tau dengan apa yang terjadi pada Asoka sebelumnya. Nyatanya, setelah penolakan yang kesekian kali, ia masih ingin berjuang untuk menempati posisi di ruang hati Asoka yang kosong. Entah sampai kapan ia akan melakukan hal itu. Dan entah sampai kapan pula Asoka harus berkata halus untuk menolak kehadirannya. 
"Jangan terus kau biarkan ruang itu kosong penuh kehampaan. Biarlah aku bantu untuk mengembalikan keceriaanmu. Maka, izinkan aku masuk. Tak baik bila mengunci pintunya terlalu lama."
Pada akhirnya, Asoka menyerah. Sejenak, ia renungkan pernyataan yang disampaikan oleh lelaki itu. Apa yang dikatakan oleh lelaki itu, benar. Ia tak boleh membiarkan pintu ruang kosong dihatinya terlalu lama terkunci. Asoka harus bangkit. Apa yang telah terjadi, biarkan saja berlalu. Mungkin bukan lelaki di masa lalu si penguasa ruang hatinya. Bisa jadi, justru lelaki ini sebagai penghuni ruang hati Asoka.

#tantanganmenulis21hari
#tantanganedisiJuli-Agustus
#8ruang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Izinkan saya Patrisia Merly, S.Pd. untuk berbagi kepada teman-teman guru hebat semua mengenai materi yang saya peroleh dalam kegiatan Pendidikan Guru Penggerak (PGP).  Kita sering mendengar kata ‘pengajaran’ dan ‘pendidikan’. Secara umum, banyak yang menganggap bahwa ini adalah dua hal yang sama. Namun nyatanya, dua kata tersebut pada dasarnya memang memiliki arti berbeda. Pengajaran sendiri masuk dalam lingkup pendidikan, maksudnya pengajaran adalah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah untuk hidup anak-anak, baik itu secara lahir maupun batin. Sedangkan pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya yaitu pendidikan menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Koneksi Antar Materi - Modul 1.3

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Rekan guru semua, kali ini saya akan menjabarkan mengenai penugasan untuk modul 1.3 yaitu Koneksi Antar Materi (KAM) 1.3. Pada bagian ini, CGP diminta untuk merefleksikan dan mengaitkan pemahaman antar modul  yang telah dipelajari hingga kini, dengan merespon pertanyaan berikut ini:

Refleksi Dwi Mingguan - 4: Model 4C (Connection, Challenge, Concept, Change)

Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Kembali bertemu dengan penugasan jurnal refleksi dwi mingguan. Pada sesi kali ini, saya tertarik mencoba salah satu model dari 9 model yang disajikan untuk mengerjakan tugas refleksi dwi mingguan ini. Model yang saya ambil yaitu model 4C ( Connection, Challenge, Concept, Change ). Sebagai alat bantu pengerjaan, akan saya tampilkan pertanyaan-pertanyaan pemandunya. 1)         Connection : Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru Penggerak? Keterkaitan materi yang saya dapatkan pada modul 1.4 merupakan hal yang sangat positif bagi saya sebagai seorang Calon Guru Penggerak. Pada materi budaya positif ini, banyak hal keliru yang sebelumnya saya ketahui justru bisa diluruskan pemahamannya setelah mempelajarinya di modul ini. Maka dari itu, sebagai Calon Guru Penggerak sangat perlu mendapatkan materi yang disajikan di modul 1.4.   2)     ...