Langsung ke konten utama

Kuliner Festival Kanal Kuno Candi Ma. Jambi

 

dok. Riki Suryadi

Membuka kembali berkas simpanan foto-foto lama, akhirnya menemukan koleksi foto saat berkunjung ke sebuah acara di kawasan Komplek Percandian Muaro Jambi. Benar-benar koleksi lama. Saat dicek kembali waktu pengambilan foto, ternyata foto ini sudah berusia satu dasawarsa.

Tergabung dalam sebuah komunitas kala itu, rasanya memberikan sebuah cerita tersendiri. Salah satunya, bisa melakukan perjalanan wisata bersama teman-teman. Tak jauh memang, masih kabupaten tetangga Kota Jambi yang bisa ditempuh selama kurang lebih satu jam perjalanan dengan kendaraan roda dua. 

Seingat saya dulu, kami datang ke sana kebetulan bertepatan dengan suatu momen peresmian area baru di kawasan kompleks candi. Kanal kuno. Ya, saluran air atau sebuah parit besar yang dahulunya terdapat di kawasan tersebut, kembali diaktifkan. Menurut cerita, kanal ini dahulu digunakan sebagai akses jalur transportasi via air dari satu candi ke kawasan candi lainnya. Tapi seiring waktu, air mengering dan kanal pun lenyap. Berkat penelusuran para ahli, akhirnya kanal kembali difungsikan.

Tapi sebenarnya bukan perkara kanal kuno itu yang menjadi daya tarik ketika kami datang ke sana. Festival Kanal Kuno yang diselenggarakan sebagai perwujudan perkenalan area baru di kawasan candi, nyatanya juga menggelar perlombaan bagi warga yang bertempat tinggal di sekitar kawasan candi. Hal yang paling menarik adalah lomba masak kuliner tradisional khas Muaro Jambi.

Tidak terlalu banyak jenis masakan yang aku kenal. Beberapa ragam masakan yang bisa dikenali diantaranya seperti gulai jantung pisang, ikan toman goreng, sambal nanas, bahkan ada pula sambal tempoyak teri. Pengunjung pun dipersilakan untuk mencicipi sambil memberikan penilaian kepada masing-masing peserta lomba. Lalu, bila sudah begini keadaannya, maka wisatawan seperti apakah yang akan melewatkan momen ini secara sia-sia?

#tantanganmenulis 21hari

#tantanganJuli-Agustus

#11kuliner


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Izinkan saya Patrisia Merly, S.Pd. untuk berbagi kepada teman-teman guru hebat semua mengenai materi yang saya peroleh dalam kegiatan Pendidikan Guru Penggerak (PGP).  Kita sering mendengar kata ‘pengajaran’ dan ‘pendidikan’. Secara umum, banyak yang menganggap bahwa ini adalah dua hal yang sama. Namun nyatanya, dua kata tersebut pada dasarnya memang memiliki arti berbeda. Pengajaran sendiri masuk dalam lingkup pendidikan, maksudnya pengajaran adalah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah untuk hidup anak-anak, baik itu secara lahir maupun batin. Sedangkan pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya yaitu pendidikan menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Koneksi Antar Materi - Modul 1.3

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Rekan guru semua, kali ini saya akan menjabarkan mengenai penugasan untuk modul 1.3 yaitu Koneksi Antar Materi (KAM) 1.3. Pada bagian ini, CGP diminta untuk merefleksikan dan mengaitkan pemahaman antar modul  yang telah dipelajari hingga kini, dengan merespon pertanyaan berikut ini:

Refleksi Dwi Mingguan - 4: Model 4C (Connection, Challenge, Concept, Change)

Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Kembali bertemu dengan penugasan jurnal refleksi dwi mingguan. Pada sesi kali ini, saya tertarik mencoba salah satu model dari 9 model yang disajikan untuk mengerjakan tugas refleksi dwi mingguan ini. Model yang saya ambil yaitu model 4C ( Connection, Challenge, Concept, Change ). Sebagai alat bantu pengerjaan, akan saya tampilkan pertanyaan-pertanyaan pemandunya. 1)         Connection : Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru Penggerak? Keterkaitan materi yang saya dapatkan pada modul 1.4 merupakan hal yang sangat positif bagi saya sebagai seorang Calon Guru Penggerak. Pada materi budaya positif ini, banyak hal keliru yang sebelumnya saya ketahui justru bisa diluruskan pemahamannya setelah mempelajarinya di modul ini. Maka dari itu, sebagai Calon Guru Penggerak sangat perlu mendapatkan materi yang disajikan di modul 1.4.   2)     ...