![]() |
| dok. Meldepuratum |
Sudahkah Anda curhat hari ini?
Masalah apa yang Anda bahas?
Siapakah lawan bicara yang setia mendengarkan cerita
Anda?
Mengapa Anda memilihnya sebagai teman curhat Anda?
Lalu, apakah solusi yang diberikannya atas masalah yang tengah Anda hadapi?
Setiap hari, kita selalu dihadapkan oleh banyak masalah. Mau masak tapi tiba-tiba gas habis, jadi masalah. Sudah siap untuk berangkat kerja, tapi ternyata ban motor kempis, jadi masalah. Kekasih berulang tahun dan ingin membelikan hadiah, tapi tanggal gajian masih jauh, juga masalah. Benar kan? Hidup itu tak pernah lepas dari masalah, bahkan hal yang sepele sekalipun.
Lalu, dengan semua masalah yang kau alami, kemanakah kau akan mengadu? Sangat mungkin bila kita mengadu kepada keluarga terdekat, teman atau sahabat, atau pasangan kita. Tapi, mengapa kita tak prioritaskan Dia sebagai tujuan utama untuk menceritakan setiap masalah yang tengah dihadapi?
“Perkara gas habis aja kok ngadunya ke Tuhan? Ah, lebay!”
Weeeeeiiitttsssss, ga gitu juga nanggepinnya, Markonah -_-
Lagian yang lebay itu siapa coba? Emangnya kalo mau
ngadu perkara gas habis ga boleh gitu langsung ngobrol ke Tuhan? Perkara nanti
kita bisa mendapatkan gas pengganti atau tidak, kan itu atas campur tangan-Nya
juga. Benar apa betul?
Tuhan itu suka sekali mendengar curhat dari setiap hamba-Nya. Walaupun untuk suatu masalah sepele (lagaknya sok tau gitu kan ya --‘) Tapi bener kok. Dengan begitu, Dia merasa bahwa hamba-Nya sangat bergantung kepada-Nya. Ibarat kata tuh, kayak kamu lagi bucin abis ama yayang. Maunya gelendotan aja terus tiap saat. Uuups!
#tantanganmenulis21hari
#tantanganedisiJuli-Agustus
#5percakapan

Komentar
Posting Komentar