Langsung ke konten utama

Resensi: May December Couple (Drama Jepang)

mydramalist.com

Biodata drama

Judul drama            : May December Couple/ Toshi no Sakon

Sutradara                    : Hiroki Ryuichi

Penulis naskah           : Matsui Kana

Genre                          : Romantis

Total episode              : 8

Durasi                          : 24 menit

Tahun rilis                   : 2020

Saluran penyiaran       : TBS, MBS, iQIYI

Pemain          : Aoi Wakana, Takezai Terunosuke, Matsumoto Wakana

Eh haaaaaaiiii sodara-sodarakuh sesama pecinta drama...! Kali ini aku bakal kasih satu ulasan yang rada melipir dikit ke negeri sakura, Jepang. Kalo sebelumnya yang biasa diulas itu dracin alias drama Cina, alias C-Drama, kali ini biar ga bosen mampir dulu aja deh ya ke Jepang. Nah loh, jadi pengen ngunyah mochi dah ini -_-

Ceritanya tuh ya, ga sengaja liat tawaran daftar drama yang ada di saluran penyiaran iQIYI. Secara sebelumnya, mana pernah gadget aku ternodai dengan apk yang beginian. Tapi sekarang? Ah sudahlah, lupakan :P

Kebetulan tuh kan ya, lagi mantengin satu judul dracin gitu. eh, entah kenapa kok suka aja liat satu poster drama yang nangkring di bagian penawaran daftar drama. Sudahlah akhirnya nge-klik terus taunya itu asal dramanya bukan dari Cina, tapi Jepang. Berhubung udah lama juga ga nonton drama Jepang (terakhir kali ingatnya kalo ga salah nonton GTO sesion 2 deh) yuk lah dipantengin ampe abis. Mana dikit pula jumlah episodenya, Cuma 8 cuuyy. Sekali penayangan juga ga nyampe setengah jam pula lagi! Asli ini cerita padet banget.

Jadi tuh yaaaa, May December Couple ini sebenernya diangkat dari cerita manga yang berjudul Toshi no Sakon karya Nakama Atsuki. Lagi-lagi biasanya drama itu yang pasti aslinya saduran dari buku cerita ato novel. Cuma kalo versi Jepang, biasanya mereka udah ga asing kalo ngambilnya dari manga.

Nah, drama dengan genre romantis manis ini tuh menceritakan tentang sepasang suami istri, Harumi dan Maiko, yang memiliki perbedaan jarak umur 20 tahun. Tenang aja sayang, yang lebih tua si suaminya kok, bukan istrinya. Cumaaaa, dalam cerita ini juga ada disentil tentang perbedaan umur si bos tempat kerjanya Maiko, Takeda Yukari, yang nikahnya ama berondong. Jaraknya sekitar 10 tahun lebih tua dari suaminya. Tolak belakang nih perbedaannya ama Maiko. Si Harumi ini sebenernya bisa dikatakan salah satu kenalan ayahnya Maiko. Ayah Maiko sedikit khawatir terhadap putri satu-satunya karena sempat beberapa kali berpacaran dengan lelaki yang tak sesuai dengan tipe yang ayahnya mau. Jadilah si ayah Maiko menawarkan kencan buta dengan rekan kerjanya. Ayahnya Maiko sendiri ga maksa sih kalo anaknya ga mau. Secara, cowok yang mau dijodohin ini umurnya 44 tahun, sedangkan Maiko sendiri baru 24 tahun. Tapi yang namanya jodoh emang ga mengenal umur keknya yaaa. Maiko sendiri ternyata merasa nyaman dan suka dengan Harumi sejak kencan pertama dilakukan. Padahal nih, Harumi sempat ingin menolak melanjutkan kegiatan perjodohan ini sejak selesai pertemuan kencan pertama. Namun apa mo dikata, takdir berkata lain. Akhirnya mereka menikah tiga bulan kemudian.

tentangsinopsis.com

Harumi ini bisa dibilang sosok pria dewasa yang baaaaiiik kebangetan deh. Sedangkan Maiko itu masih polos banget banget kek kertas belom kecoret. Udah polos, tapi blak-blakan. Ceplas-ceplos gitu. Karakter yang seperti itulah yang membuat Harumi suka dengan Maiko.

Ada satu hal yang aku suka banget dari drama ini. Ketika saat Maiko kembali bertemu dengan teman lamanya saat masa kuliah, yang ternyata juga menyukai dirinya, Maiko dihadapkan dengan sebuah pertanyaan serius. “Apa yang kamu sukai dari duda berumur 44 tahun itu?” Jleb banget ga sih pertanyaannya. Ngertilah kalo lu suka ama tuh bocah, tapi ga terang-terangan gitu amat kali nanyanya. Ga pake ayakan dulu apa itu pertanyaan. Main nyeplos aja -_-

Pertanyaannya dikit tapi dalem kek sumur 20 meter. Buat orang yang ga kuat-kuat hati, udah ngamuk-ngamuk kali pas ditanyain begitu. Untung aja Maiko ini cukup dewasa saat ditanyain begitu. Jawabannya bikin teduh eeyy. “Tak ada alasan apa-apa aku harus menyukai dia. Karena cinta memang tak punya alasan.” Aduuuuuh, baper deh *.*

Konflik dalam drama ini ga terlalu menegangkan sih kalo menurut aku. Bisa dibilang kalo masalah yang ada dalam drama ini muncul dari pihak Maiko. Ternyata, Maiko ini banyak yang suka, temaaansss. Sedangkan kalo dari bagian Harumi sendiri, cuma diribetin sama mantan istrinya aja yang mengajaknya untuk bekerja sama dalam sebuah proyek.

Ups, tunggu dulu! Bagi yang pengen nonton ini drama, pastikan bahwa Anda adalah orang yang telah cukup umurnya! 18+ lah gituuu. Emang sih ga banyak adegan ciuman di drama ini. Masih dikategorikan sopanlah untuk adegan yang satu itu. Tapiiiiii, ada pengecualian. Di episode pertama aja, udah ada adegan ranjangnya cuyyy! Iya sih ga pake majang tubuh toples, cuma tuh yaaa di salah satu adegannya Maiko dengan sangat gamblangnya menceritakan apa yang dia rasakan saat aksi malam pertama! Ah, sudahlah, aku ga sanggup buat bahas lebih lanjut T.T

Pokoknya hati-hati aja kalo mau ajak sodara yang dibawah umur buat nonton ini cerita. Dan ada beberapa adegan lain yang bisa bikin fantasi kamu jadi jalan-jalan :0 Bisa dipercepat aja kok kalo kamu ga kuat iman :D

Ya sudah, segitu aja deh ceritanya. Kesimpulannya sih, cinta itu ga mandang berapa jarak usia yang ideal. Mengulang kata Maiko tadi, cinta itu ga butuh alasan. Dan sepertinya juga ga butuh rentang usia ideal supaya bisa saling mencintai satu sama lain. Soooo sweet <3 <3

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Izinkan saya Patrisia Merly, S.Pd. untuk berbagi kepada teman-teman guru hebat semua mengenai materi yang saya peroleh dalam kegiatan Pendidikan Guru Penggerak (PGP).  Kita sering mendengar kata ‘pengajaran’ dan ‘pendidikan’. Secara umum, banyak yang menganggap bahwa ini adalah dua hal yang sama. Namun nyatanya, dua kata tersebut pada dasarnya memang memiliki arti berbeda. Pengajaran sendiri masuk dalam lingkup pendidikan, maksudnya pengajaran adalah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah untuk hidup anak-anak, baik itu secara lahir maupun batin. Sedangkan pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya yaitu pendidikan menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Koneksi Antar Materi - Modul 1.3

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Rekan guru semua, kali ini saya akan menjabarkan mengenai penugasan untuk modul 1.3 yaitu Koneksi Antar Materi (KAM) 1.3. Pada bagian ini, CGP diminta untuk merefleksikan dan mengaitkan pemahaman antar modul  yang telah dipelajari hingga kini, dengan merespon pertanyaan berikut ini:

Refleksi Dwi Mingguan - 4: Model 4C (Connection, Challenge, Concept, Change)

Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Kembali bertemu dengan penugasan jurnal refleksi dwi mingguan. Pada sesi kali ini, saya tertarik mencoba salah satu model dari 9 model yang disajikan untuk mengerjakan tugas refleksi dwi mingguan ini. Model yang saya ambil yaitu model 4C ( Connection, Challenge, Concept, Change ). Sebagai alat bantu pengerjaan, akan saya tampilkan pertanyaan-pertanyaan pemandunya. 1)         Connection : Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru Penggerak? Keterkaitan materi yang saya dapatkan pada modul 1.4 merupakan hal yang sangat positif bagi saya sebagai seorang Calon Guru Penggerak. Pada materi budaya positif ini, banyak hal keliru yang sebelumnya saya ketahui justru bisa diluruskan pemahamannya setelah mempelajarinya di modul ini. Maka dari itu, sebagai Calon Guru Penggerak sangat perlu mendapatkan materi yang disajikan di modul 1.4.   2)     ...