![]() |
| dok. Meldepuratum |
Tersangka
utama yang membuat Senja menjadi seperti itu adalah kacamata! Seorang teman tak
sengaja menyenggol Senja pada saat jam pelajaran olahraga tadi. Karena terkejut
dengan kondisi yang ada, Senja tak mampu menyeimbangkan tubuhnya, dia oleng dan
terjatuh. Sialnya, kacamata Senja ikut jatuh. Naas, kacamatanya terinjak oleh
teman lain yang tengah berlari di belakang Senja. Lensanya pecah dan gagangnya
patah. Kacamata itu tak dapat digunakan. Alhasil, Senja tak mampu melihat
dengan sempurna. Terlebih lagi, minus matanya cukup tinggi, sehingga penglihatan
Senja kabur dibuatnya.
Saat
kembali ke kelas, Senja dipapah oleh teman perempuannya. Meskipun sudah
mendapat bantuan, tapi Senja tetap tak bisa berjalan dengan baik. Sebelum mencapai
kelas, Senja sempat menabrak pintu kelas. Itulah mengapa dahinya membiru. Senja
hanya bisa menangis. Bukan karena rasa sakit disekujur tubuhnya, namun karena
kebingungan untuk mencari ganti kacamata barunya. Senja memang bukan dari
golongan keluarga berada. Bisa merasakan bangku sekolah saat ini pun karena
beasiswa.
Untungnya,
teman-teman Senja mau bertanggung jawab. Mereka membelikan kacamata baru untuk
Senja. Kini, Senja tak lagi merasa risau. Senja dapat kembali menikmati
pemandangan sekitar dengan kacamata barunya.
#tantanganmenulis21hari
#tantanganedisiJuli-Agustus
#9kacamata

Komentar
Posting Komentar